Lovelycimutz's Blog

Kelompok Sosial

Posted on: Oktober 2, 2010

1. Pengertian kelompok sosial

Kelompok sosial adalah himpunan dari individu-individu yang memiliki pola perilaku dan saling berinteraksi, hingga diantara mereka memiliki hubungan yang erat dan bahkan muncul adanya perasaan bersama. Semua orang / individu yang ada di dunia ini pada awalnya merupakan anggota kelompok sosial yang bernama Keluarga.

Menurut Soerjono Soekanto syarat-syarat kumpulan manusia dapat disebut sebagai kelompok sosial jika :

  1. Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa ia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
  2. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lain dalam kelompok tersebut.
  3. Ada suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok sehingga di antara mereka bertambah erat.
  4. Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.

Tipe-tipe kelompok sosial dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kriteria yaitu berdasarkan pada :

  1. Besar kecilnya jumlah anggota.
  2. Derajat interaksi sosial.
  3. Kepentingan dan wilayah.
  4. Berlangsungnya suatu kepentingan.
  5. Derajat organisasi.
  6. Kesadaran akan jenis, hubungan sosial dan tujuan yang sama.

2. In-group dan Out-group

Di dalam kehidupan masyarakat kita sering mendengar istilah “kami” dan “mereka”. Kelompok sosial tersebut dibuat oleh individu, dikategorikan ke dalam :

a. In-group

Apabila individu di dalam suatu kelompok mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok sosialnya. Sikap-sikap di dalam in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu memiliki perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok.

b. Out-group

Apabila individu menganggap suatu kelompok menjadi lawan dari in-groupnya. Sikap dari out-group selalu ditandai dengan suatu kelainan yang berwujud antagonisme dan antipati. Hal ini sering dikaitan dengan istilah-istilah kami / kita dan mereka. Misalnya : kami adalah wartawan, sedangkan mereka adalah olahragawan, kami adalah mahasiswa sedangkan mereka adalah pelajar.

Dapat kita ketahui bahwa untuk menganggap suatu kelompok sosial merupakan In-group atau Out-group dari seorang individu adalah relatif, karena tergantung pada situasi sosial tertentu.  Munculnya perasaan In-group atau Out-group dapat merupakan dasar tumbuhnya sikap Etnosentrisme (suatu paham yang menganggap kebudayaan sendiri lebih baik daripada kebudayaan orang / kelompok lain).

3. Primary Group dan Secondary Group

Kelompok sosial yang terdapat dalam masyarakat dapat dikategorikan ke dalam :

a. Primary Group

Adalah kelompok yang ditandai dengan adanya interaksi antar anggota kelompok yang terjalin lebih intensif, lebih erat dan lebih akrab. Kelompok ini disebut juga kelompok “face to face”, hal ini karena anggota kelompok sering berdialog dan bertatap muka sehingga mereka saling mengenal lebih dekat dan lebih akrab. Dalam kelompok primer, bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan pada simpati. Contohnya : keluarga, RT (Rukun Tetangga), kelompok belajar.

b. Secondary Group

Pada kelompok ini diantara anggota kelompok terdapat hubungan tidak langsung, formal dan kurang bersifat kekeluargaan. Diantara anggota kelompok bahkan tidak saling mengenal dan tidak akrab, sifatnya pun tidak permanen. Para anggota menerima pembagian kerja / tugas atas dasar kemampuan dan keahlian tertentu disamping dituntut adanya dedikasi. Contohnya : Partai politik, Perhimpunan serikat kerja, Organisasi profesi.

4. Gemeinschaft dan Gesellschaft

Gemeinschaft (paguyuban) dan Gesellschaft (patembayan) merupakan pendapat yang dikemukakan oleh Ferdinand Tonies.

a. Gemeinschaft (paguyuban)

Adalah bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan berisfat alamiah serta bersifat kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang memang telah dikodratkan. Bentuk paguyuban ini dijumpai di dalam keluarga, kelompok kekerabatan, RT dan sebagainya. Gemeinschaft cenderung lebih mementingkan nilai-nilai dan norma kebudayaan daripada peraturan-peraturan individualitas, sehingga kepentingan masyarakat lebih utama dan individu harus tunduk di bawahnya. Kehidupan Gemeinschaft biasanya dapat kita jumpai pada masyarakat yang terbatas, misalnya : di desa.

  1. Gesellschaft (patembayan)

Merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran, waktu terbatas, bersifat pamrih ekonomi. Bentuk ini terdapat di dalam hubungan perjanjian berdasarkan hubungan timbal balik, misalnya ikatan para pedagang, organisasi dalam suatu pabrik / industri. Kehidupan Gesellschaft terdapat hubungan yang telah diperhitungkan untung ruginya dalam perjanjian bersama.

Ferdinand Tonies bermaksud menyesuaikan kedua bentuk kehidupan bersama manusia yang dianggap pokok itu dengan bentuk lain yang berhubungan erat dengan kepentingan asasi dari manusia itu sendiri. Menurutnya terdapat hubungan-hubungan antar manusia yang dimaksud dapat menimbulkan ikatan sosial yang berasal dari 2 keinginan pokok yaitu :

-      Wesenwillen (didasarkan pada perasaan yang timbul dari keseluruhan kehidupan yang bersifat alami). Wesenwillen melahirkan Gemeinschaft.

-      Kurwillen (terdapat tujuan-tujuan tertentu yang bersifat rasional). Kurwillen melahirkan Gesellschaft.

Ciri-ciri Gemeinschaft menurut Tonies :

-      Intimate (hubungan menyeluruh yang mesra).

-      Private (hubungan yang bersifat pribadi yaitu khusus untuk beberapa orang saja).

-      Exclusive (hubungan tersebut hanyalah untuk “kita” saja dan tidak untuk orang luar “kita”.

Tipe-tipe Gemeinschaft menurut Tonies :

-      Gemeinschaft of Blood

Ikatan yang didasrkan pada hubungan darah / keturunan. Misalnya : keluarga dan kelompok kekerabatan.

-      Gemeinschaft of Place

Terdiri dari orang-orang yang berdekatan tempat tinggalnya sehingga dapat saling tolong menolong, misalnya : RT, RW dan kelompok arisan.

-      Gemeinschaft of Mind

Terdiri dari orang-orang yang meskipun tidak mempunyai hubungan darah / tempat tinggalnya tidak berdekatan akan tetapi mereka mempunyai jiwa dan pikiran yang sama, karena adanya ideologi yang sama.

5. Formal Group dan Informal Group

a. Formal Group

Adalah kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan-peraturan yang tegas dangan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan diantara mereka. Kelompok resmi ini biasanya didukung oleh AD dan ART serta ada pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, misalnya : OSIS dan Partai politik.

b. Informal Group

Adalah kelompok-kelompok yang tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu / pasti. Pada umumnya terbentuk karena adanya pertemuan-pertemuan yang berulang kali dan hal tersebut menjadi dasar bagi bertemunya kepentingan-kepentingan dan pengalaman-pengalaman yang sama. Kelompok tidak resmi ini berstatus tidak resmi dan tidak didukung oleh AD dan ART, misalnya : klik (clique) sering ditandai adanya pertemuan-pertemuan timbal balik antar anggota (terdiri dari individu / beberapa keluarga). Sifat interaksinya berlangsung dengan saling pengertian dikarenakan adanya latar belakang pengalaman serta pandangan-pandangan yang sama.

6. Membership Group dan Reference Group

Robert K. Merton membedakan kelompok menjadi Membership group dan Reference group, yaitu :

a. Membership Group

Merupakan kelompok dimana setiap orang secara fisik sebagai anggota kelompok tertentu. Ciri paling pokok untuk menentukan keanggotaan seseorang dalam kelompok adalah bagaimana interaksinya dengan kelompok tersebut. Membedakan keanggotaan atas dasar interaksi menjadi kelompok :

-      Nominal group member

Karena seseorang tersebut masih berinteraksi dengan kelompok sosial yang bersangkutan, akan tetapi tidak intens.

-      Peripheral group member

Seolah-olah seseorang anggota kelompok tersebut sudah tidak lagi berhubungan dengan kelompoknya, sehingga kelompok tersebut tidak mempunyai kekuasaan apapun atas kelompok tersebut. Perbedaan interaksi dapat menimbulkan sub-group.

b. Reference Group

Merupakan kelompok yang menjadi ukuran bagi seseorang untuk mengidentifikasi dirinya dalam membentuk pribadi dan perilakunya. Dengan kata lain bahwa seseorang yang bukan anggota kelompok sosial yang bersangkutan mengidentifikasi dirinya dengan kelompok lain sebagai kelompok teladan.

Reference Group memiliki 2 tipe menurut Robert K. Merton :

-      Normative type (kelompok yang menentukan dasar-dasar bagi kepribadian seseorang)

-      Comparison type (kelompok yang menjadi pegangan bagi individu dalam menilai kepribadiannya)

7. Kelompok-kelompok Sosial Yang Teratur

Terdapat 2 kategori dalam kelompok ini, yaitu :

a. Kerumunan (Crowd)

Akan selalu terjadi pada semua lapisan masyarakat di kota besar, karena banyaknya berbagai macam aktivitas manusia yang dapat menimbulkan daya tarik suatu massa yang selanjutnya berkumpul pada suatu tempat tertentu. Ciri-ciri pokok kerumunan adalah berkumpulnya individu secara fisik, yang jumlah batasannya adalah selama mata dan telinga masih dapat melihat dan mendengarkan, tergolong kelompok yang bersifat sementara. Penyebabnya dikarenakan pemakaian fasilitas yang sama dalam memenuhi keinginan pribadi masing-masing, misalnya di halte menunggu bus kota serta melihat pertunjukan musik.

Abdul Sani membagi kerumunan ke dalam 2 jenis, yaitu :

-      Kerumunan Aktif

Jika ada kegelisahan dan ketegangan tertentu maka menjadi suatu dorongan subur untuk bangkitnya kerumunan aktif. Tidak adanya organisasi, pembagian kerja dan aturan-aturan tertentu dalam suatu kerumunan, maka dampaknya banyak sekali berakibat negatif / merusak. Kerumunan tidak rasional, yang ada hanyalah luapan emosi, tidak puas, kemarahan dan kejengkelan.

-      Kerumunan Ekspresif

Kerumunan yang didasari oleh luapan emosi, di samping tanpa sasaran yang jelas setelah itu sirna. Kerumunan ekspresif biasanya tidak beraksi secara kontak fisik, melainkan lebih banyak menunjukan perasaan / sikap saja, seperti : menangis, menjerit, berteriak, dan menyanyi.

Kingsley David membedakan bentuk umum dari kerumunan, yaitu :

1) Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial

-      Khalayak (penonton / pendengar yang formil merupakan kerumunan-kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan akan tetapi sifanya pasif. Contohnya : penonton film dan orang-orang yang menghadiri kotbah keagamaan).

-      Kelompok ekspresif yang telah direncanakan (kerumunan yang pusat perhatiannya tidak begitu penting akan tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut serta kepuasan yang dihasilkannya. Contoh : orang yang berpesta dan berdansa.

2) Kerumunan yang bersifat sementara (Causal Crowd)

-      Kumpulan yang kurang menyenangkan (Inconvenient aggregation)

Seperti : orang-orang antri karcis, orang-orang yang menunggu bus. Kehadiran orang lain pada kerumunan tersebut merupakan halangan terhadap tercapainya maksud seseorang.

-      Kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik (Panic Crowd)

Yaitu orang-orang yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya. Individu-individu dalam kerumunan tersebut mempunyai kecenderungan untuk mempertinggi rasa panik.

-      Kerumunan penonton (Spectator Crowds)

Terjadi karena orang-orang ingin melihat suatu kejadian tertentu. Kerumunan semacam ini hampir sama dengan khalayak penonton akan tetapi bedanya adalah bahwa kerumunan penonton tidak direncanakan, sedangkan keinginan-keinginan pada umumnya juga tidak terkendali.

3) Kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hokum

-      Kerumunan yang bertindak emosionil (Acting Mobs)

Bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan mempergunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-noram yang berlaku dalam masyarakat. Biasanya kumpulan orang-orang tersebut bergerak karena merasakan bahwa hak-hak mereka diinjak-injak atau karena tidak adanya keadilan.

-      Kerumunan yang bersifat immoral (Immoral Crowds)

Hampir sama dengan kelompok ekspresif tetapi bedanya bahwa yang pertama bertentangan dengan norma-norma dalam masyarakat. Contohnya : orang-orang yang sedang mabuk.

b. Publik

Sering disebut dengan khalayak umum / khalayak ramai. Publik bukan kelompok yang utuh ataupun merupakan kesatuan. Pada khalayak ramai interaksi di antara individu yang lainnya adalah dilakukan secara tidak langsung yakni melalui media komunikasi : majalah, surat kabar, radio dan televisi. Melalui media tersebut membuat suatu publik menjadi anggota besar.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: