Lovelycimutz's Blog

Koperasi,Kasus Koperasi dan Cara Penyelesaiannya

Posted on: Oktober 2, 2010

KOPERASI

Kata “Koperasi” menurut saya tidaklah asing di telinga masyarakat Indonesia. Karena dari dulu hingga sekarang Koperasi selalu ada di tengah-tengah masyarakat kita. Saya pun mulai mengenal apa itu koperasi sejak SD dan hal tersebut diperkenalkan pertama kali waktu di sekolah. Yang saya tau ketika masih SD, koperasi adalah tempat yang menjual segala peralatan tulis serta buku-buku pelajaran. Kenapa begitu? karena selama menempuh pendidikan SD, sekolah saya dulu selalu menerapkan apapun peralatan tulis dan buku yang ingin dibeli harus saya beli di koperasi sekolah.

Namun setelah beranjak dewasa dan mulai mempelajari materi tentang koperasi, saya baru mengetahui apa arti koperasi yang sebenarnya. Arti koperasi yang saya ingat waktu mempelajarinya kelas 3 SMA, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan 2 orang atau lebih yang melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan atas asas kekeluargaan. Bapak Koperasi yang saya tau adalah Mohammad Hatta. Beliau lahir di Bukit Tinggi tanggal 12 Agustus 1902. Sebagai Wakil Presiden tahun 1950-1956, beliau aktif menulis buku ekonomi rakyat dan mengembangkan koperasi di Indonesia. Karena itu Mohammad Hatta memperoleh sebutan gelar Bapak Koperasi Indonesia tahun 1953. Menurut Mohammad Hatta arti koperasi itu sendiri ialah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong

Koperasi Indonesia diatur dalam UU Koperasi No. 25 Tahun 1992, dimana koperasi memiliki fungsi mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional berdasarkan atas asas kekeluargaan. Koperasi pun menjadi soko guru perekonomian Indonesia. Landasan koperasi ialah Pancasila dan UUD 1945. Asas dari koperasi itu sendiri bukan hanya kekeluargaan saja, tetapi berdasarkan demokrasi ekonomi dan juga gotong royong.

Tujuan dari koperasi adalah mewujudkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ada 7 prinsip-prinsip Koperasi yang saya temukan dari berbagai sumber, yaitu keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka, pengelolaan dilakukan secara demokratis, pembagian SHU/Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil sesuai dengan balas jasa masing-masing anggota, pemberian balas jasa terbatas terhadap modal, kemandirian, pendidikan perkoperasian, kerjasama antar koperasi dalam arti pengembangan dari prinsip koperasi.

Fungsi dan peran Koperasi antara lain, membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya, berperan aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat, memperkokoh perekonomian masyarakat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya, mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Dalam Koperasi saya sering mendengar istilah simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan dan hibah. Yang saya ketahui simpanan pokok itu simpanan yang dibayarkan oleh anggota hanya 1 kali ketika menjadi anggota koperasi. Untuk simpanan wajib ialah simpanan yang dibayarkan anggota selama jangka waktu tertentu. Biasanya ada nominal yang harus dibayarkan, misalnya jika dalam Koperasi Lingkungan Gereja ialah Rp. 5000 setiap bulannya. Dana cadangan itu sendiri ialah tambahan modal yang berasal dari SHU yang tidak dibagikan ke anggota. Sedangkan hibah ialah sumbangan sukarela dari anggota.

Dalam Koperasi terdapat istilah SHU atau Sisa Hasil Usaha. SHU adalah selisih dari seluruh pemasukan dengan biaya-biaya selama satu tahun. SHU setelah dikurangi dana cadangan akan dibagikan ke masing-masing anggota Koperasi sesuai dengan transaksi usaha dan partisipasi modal. Ada beberapa prinsip pembagian SHU yakni, SHU yang dibagi adalah bersumber dari anggota, SHU anggota berasal dari jasa modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri, pembagian SHU dilakukan secara transparan dan SHU anggota dibayar secara tunai.

Selain Koperasi yang ada dalam masyarakat, juga ada koperasi yang ada dalam lingkungan sekolah. Koperasi kekolah pada dasarnya merupakan usaha untuk menumbuhkan jiwa koperasi dan kerjasama kepada para siswa. Juga sebagai sarana berorganisasi bagi siswa serta menumbuhkan toleransi dan rasa kekeluargaan di antara para siswa. Koperasi Sekolah termasuk ke dalam bagian UU No. 25 Tahun 1992 yang merupakan pembaharuan dari UU Koperasi No. 12 Tahun 1967. Ciri-ciri Koperasi Sekolah antara lain, anggotanya terdiri atas para siswa sekolah yang bersangkutan, pelaksanaan Koperasi sekolah sesuai dengan tugas para siswa sehingga tidak menganggu waktu belajar, keanggotaannya mempunyai jangka waktu yang terbatas  dalam arti jika siswa sudah tamat sekolah maka bukan lagi sebagai anggota koperasi sekolah. Biasanya keanggotaan siswa berakhir dalam koperasi sekolah disebabkan oleh, siswa mengambil simpanan pokok dan simpanan wajibnya, mengundurkan diri dalam keanggotaan koperasi, melakukan sejumlah pelanggaran koperasi, pindah dan tamat sekolah atau meninggal dunia.

Kepala sekolah bertindak sebagai pembina dan penanggungjawab koperasi sekolah, sedangkan para guru memiliki tugas sebagai pengawas koperasi sekolah. Dalam koperasi sekolah hal yang paling tertinggi ialah Rapat Anggota. Jenis barang yang biasa di usahakan dalam koperasi sekolah antara lain, penjualan peralatan dan perlengkapan tulis (bulpen, pensil, penghapus, jangka, buku dan penggaris), makanan dan minuman ringan, serta jasa simpan pinjam yang dapat mendukung siswa agar rajin menabung. Biasanya barang-barang yang dijual koperasi sekolah lebih murah dibanding dengan yang dijual toko di luar sekolah.

Selain materi koperasi yang saya ketahui dari materi sekolah, saya pun juga mengetahui sedikit hal nyata mengenai koperasi, karena baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan gereja orangtua saya termasuk dalam anggota koperasi. Di lingkungan rumah saya ada koperasi simpan pinjam. Di lingkungan gereja saya ada koperasi simpan pinjam juga. Menurut informasi yang saya peroleh dari orangtua, koperasi simpan pinjam di gereja mewajibkan simpanan wajib anggota sebesar Rp. 5000 /bulan. Apabila meminjam sejumlah uang, maka bunga yang harus dibayar dalam koperasi simpan pinjam gereja sebesar 2%. Dan bunga 2% tersebut akan dikembalikan ke anggota lagi pada akhir tahun dalam bentuk SHU. Biasanya pada akhir tahun atau setiap hari raya besar, anggota akan mendapat bingkisan dari koperasi simpan pinjam gereja yang besarnya sesuai dengan SHU masing-masing anggota. Bingkisan yang biasa diberikan seperti, minyak goreng, biskuit kalengan, sirup, kopi, teh dan gula pasir.

Menurut saya peran koperasi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari sangat penting, koperasi dapat membantu anggotanya yang sedang kesulitan dalam hal keuangan apalagi bila mendadak. Namun apabila anggota yang meminjam pun memiliki kewajiban untuk membayarnya kembali beserta bunganya. Walaupun pinjaman di koperasi memakai bunga, namun tidak akan mencekik anggotanya seperti jika meminjam pada “lintah darat”. Karena bunga yang anggota koperasi bayarkan akan kembali lagi dalam bentuk SHU pada akhir tahunnya. Menurut saya, koperasi sangat membantu kehidupan setiap anggotanya.

KASUS KOPERASI DAN CARA PENYELESAIANNYA

1. Kasus koperasi ini merupakan kejadian yang dialami sendiri oleh orangtua saya. Saya bertempat tinggal di daerah BJI Bekasi Timur, di lingkungan tempat tinggal saya terdapat Koperasi Simpan Pinjam di mana orangtua saya termasuk anggota koperasi. Berdasarkan informasi, simpanan wajib yang harus dibayarkan oleh orangtua saya setiap bulannya sebesar Rp. 5000. Dalam koperasi simpan pinjam ini apabila meminjam, bunga yang harus dibayarkan sebesar 1,5 %. Menurut kesepakatan setiap akhir tahun anggota koperasi akan mendapat bingkisan Hari Raya dari SHU masing-masing anggota. Yang menjadi masalah di sini, bukan hanya anggota koperasi saja yang mendapat bingkisan dari SHU masing-masing, namun semua warga lingkungan RT mendapatkannya termasuk yang bukan anggota koperasi. Dengan kata lain SHU anggota dibagi sama rata dengan warga masyarakat RT, tidak berdasarkan besarnya masing-masing SHU anggota. Akibat hal tersebut, orangtua saya akhirnya keluar dari keanggotaan koperasi simpan pinjam RT.

Cara Penyelesaiannya :

Menurut saya pembagian SHU sama rata tersebut sangatlah tidak adil dan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Karena seharusnya anggota koperasi akan mendapatkan SHU berdasarkan pinjaman serta bunga yang dibayarkan. Tidak dibagi sama rata seperti itu, apalagi ada warga RT yang bukan anggota koperasi namun mendapatkan bingkisan yang berasal dari SHU anggota koperasi. SHU seharusnya dibagi sesuai dengan transaksi pinjaman dan jasa modal yang dilakukan oleh masing-masing anggota koperasi. Apabila pihak pengurus koperasi ingin membagikan SHU seharusnya sesuai dengan besarnya SHU masing-masing anggota. Sebaiknya berupa uang tunai sehingga mudah untuk pembagiannya. Jika pengurus koperasi (yaitu pengurus RT juga) ingin membagikan bingkisan hari raya secara merata ke semua warga RT, sebaiknya dana yang digunakan berasal dari kas RT sendiri bukan dari SHU anggota koperasi.

2. Puluhan nasabah Koperasi Serba Usaha (KSU) Binar Sejahtera, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menjadi korban penipuan ketua koperasi tersebut. Salah satu korban penipuan menjelaskan sudah empat tahun ini, sejumlah surat berharga milik anggota koperasi, seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan surat sertifikat tanah dilarikan oleh Kepala KSU Bina Sejahtera. Surat-surat berharga tersebut merupakan jaminan atas pinjaman kredit yang dilakukan oleh para nasabah. Padahal para korban telah melunasi uang pinjaman pada koperasi. Sebelumnya arogansi dari manajemen koperasi tersebut juga telah ditunjukkan dengan dilakukannya penyitaan pada benda-benda milik para nasabah, seperti televisi, jika para nasabah terlambat membayar angsuran pelunasan pinjaman tersebut. Seorang korban lainnya mengatakan, akibat sertifikat tanahnya tidak segera dikembalikan oleh ketua koperasi tersebut, dirinya harus menunda kepentingan dirinya, seperti melakukan pinjaman lain. Oleh karena itu, kalangan nasabah korban penipuan tersebut menuntut pengembalian surat-surat berharga milik para nasabah yang sebelumnya menjadi jaminan sesegera mungkin. Jika dalam batas waktu dua minggu tidak ada pengembalian dari pihak KSU Bina Sejahtera, lanjutnya, para nasabah akan melaporkan kasus tersebut ke Kepolisian Resor Sragen.

Cara Penyelesaiannya :

Menurut saya kasus puluhan nasabah Koperasi Serba Usaha (KSU) Binar Sejahtera sudah mencapai tahap yang rumit di mana pengurus koperasi tidak mau mengembalikan barang jaminan pinjaman anggota sedangkan pinjaman anggota semua sudah dikembalikan. Namun sikap yang harus dicontoh dari para anggota koperasi, mereka masih memiliki niat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan memberi waktu selama 2 minggu kepada pengurus koperasi. Hal ini sesuai dengan salah satu asas koperasi yaitu kekeluargaan. Menurut saya sebaiknya diadakan pertemuan terlebih dahulu antara pengurus dengan para anggota agar dapat menemukan kesepakatan bagaimana masalah ini dapat segera diselesaikan secara adil. Apabila pihak pengurus tetap tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah, maka sebaiknya para anggota melaporkan masalah ini ke pihak yang berwajib karena ada ketidakadilan yang terjadi pada mereka. Harapannya agar pihak berwajib dapat menyelesaikan masalah ini secara hukum agar anggota masyarakat mendapat keadilan. Untuk anggota koperasi agar hal ini tidak terjadi lagi sebaiknya sebelum masuk ke dalam anggota koperasi, harus melihat secara lebih dalam apakah pengurus koperasi dapat dipercaya karena ini berurusan dengan masalah uang.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Berita Gunadarma

  • ERROR: Tried to load source page, but remote server reported "404 Not Found".
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: