Lovelycimutz's Blog

Perubahan Sosial

Posted on: Oktober 2, 2010

  1. Pengertian Perubahan Sosial

Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada di bumi ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan perubahan-perubahan. Adanya perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui bila kita melakukan suatu perbandingan dengan menelaah suatu masyarakat pada masa tertentu yang kemudian kita bandingkan dengan keadaaan pada masyarakat masa lampau. Perubahan –perubahan yang terjadi di dalam masyarakat pada dasarnya merupakan suatu proses yang terus menerus, ini berarti bahwa setiap masyarakat pada kenyataannya akan mengalami perubahan-perubahan. Tetapi perubahan yang terjadi antar masyarakat yang satu dengan yang lain tidak selalu sama. Juga terdapat adanya perubahan-perubahan yang memiliki pengaruh luas maupun terbatas. Di samping ini juga ada perubahan-perubahan yang prosesnya lambat dan berlangsung cepat.

Perubahan yang terjadi dalam masyarakat pada umumnya menyangkut hal yang kompleks. Oleh karena itu Alvin L. Bertrand menyatakan bahwa perubahan sosial pada dasarnya tidak dapat diterangkan dan berpegang teguh pada faktor yang tunggal.

Menurut Robin William bahwa pendapat dari paham determinisme mnofaktor kini sudah ketinggalan zaman dan ilmu sosiologi modern tidak akan menggunakan interpretasi-interpretasi sepihak yang menyatakan bahwa perubahan itu hanya disebabkan oleh satu faktor saja. Jadi perubahan yang terjadi pada masyarakat tersebut disebabkan oleh banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi.

Beberapa Sosiolog memberikan definisi yang dapat membantu kita untuk lebih mudah memahami apa sebenarnya perubahan sosial tersebut :

  • Kingsley Davis

Perubahan sosial sebagai perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyrakat. Misalnya : timbulnya pengoragnisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan hubungan antar buruh dan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik.

  • Mac Iver

Perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.

  • Gillin and Gillin

Perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima naik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.

  • Selo Soemardjan

Perubahan sosial sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempenagruhi sistem sosialnya termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Maka disimpulkan perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat yang mencakup perubahan-perubahan dalam aspek-aspek struktur dari suatu masyarakat ataupun karena terjadinya perubahan dari faktor lingkungan, berubahnya komposisi penduduk, keadaan geografis serta berubahnya sistem hubungan sosial maupun perubahan pada lembaga kemasyarakatannya.

  1. Bentuk Perubahan Sosial

Dapat dibedakan ke dalam beberapa bentuk :

- Perubahan yang cepat dan perubahan yang lambat

Perubahan sosial yang berlangsung cepat pada umumnya disebut revolusi. Perubah yang terjadi secara revolusi dapat direncanakan terlebih dahulu ataupun tidak direncanakan. Perubahan yang terjadi secara revolusi sebenarnya kecepatan perubahannya relatif karena ada  suatu revolusi yang berlangsung lama. Misalnya : Revolusi Industri di Inggris, yaitu perubahan-perubahan yang terjadi dari proses produksi tanpa mesin hingga proses produksi menggunakan mesin. Dapat dikatakan telah tejadi suatu revolusi bila memenuhi beberapa syarat yang meliputi :

-          Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan (Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut)

-          Adanya seseorang yang memimpin / pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.

-          Pemimpin mana dapat menampung keinginan masyarakat untuk kemudian merumuskan serta menegaskanrasa tidak puas tadi menjadi program dan arah gerakan.

-          Pemimpin tersebut harus menunjukan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya bahwa tujuan tersebut terutama sifatnya konkrit dan dapat dilihat oleh masyarakat. Di samping itu diperlukan juga suatu tujuan abstrak, misalnya : perumusan suatu ideologi tertentu.

-          Harus ada momentum yaitu saat di mana segala keadaan dan faktor sudah tepat dan baik untuk memulai suatu gerakan. Apabila momentum keliru maka revolusi dapat gagal. Contoh : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan revolusi yang momentumnya amat tepat.

Sedangkan perubahan-perubahan sosial lama merupakan serangkaian perubahan lecil yang saling mengikuti dengan lambat  dinamakan dengan evolusi. Perubahan yang terjadi secara lambat biasanya terjadi tanpa adanya rencana dahulu. Evolusi pada umumnya terjadi karena usaha-usaha masyarakat unutk menyesuaikan diri dengan kepentingan-kepentingan, keadaan-keadaan dan kondisi baru yang tumbuh seiring dengan perubahan masyarakat. Rangkaian perubahan itu tidak perlu sejalan dengan serangkaian peristiwa-peristiwa pada sejarah masyarakat yang bersangkutan.

- Perubahan yang besar dan perubahan yang kecil

Perubahan yang besar pada umumnya adalah perubhan yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat. Misalnya : terjadi proses industrialisasi pada masyarakat yang masih agraris. Di sini lembaga kemasyarakatan akan terkena pengaruhnya., yakni hubungan kerja, sistem kepemilikan tanah dan klasifikasi masyarakat.

Sedangkan perubahan sosial yang kecil adalah perubahan-perubahanyang terjadi pada unsur struktur sosial yang tidak membawa akibat langsung pada masyarakat. Misalnya : perubahan bentuk potongan rambut, tidak akan membawa pengaruh yang berarti bagi masyarakat secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan tidak akan menyebabkan terjadinya perubahan pada lembaga kemasyarakatan.

- Perubahan yang direncanakan dan yang tidak direncanakan

Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang terjadi di dalam masyarakat dan hal ini terjadi karena terlah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang menginginkan adanya perubahan. Pihak yang menginginkan adanya perubahan itu disebut dengan agent of change atau agen pembaharu. Agent of change adalah sekelompok orang yang memimpin masyarakat dalam merubah sistem sosial yang ada. Tentunya agent of change ini sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin adanya suatu perubahan.

Perubahan yang tidak direncanakan adalah perubahan yang tidak dikehendaki dan terjadi di luar pengawasan masyarakat dan dapat manimbulkan akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat. Misalnya : terjadi musim kemarau yang panjang dan berakibat sulit untuk mendapatkan penghasilan yang cukup hingga membuat banyak anggota masyarakat nekat melakukan tindakan kriminal hanya agar memenuhi kelangsungan hidupnya.

  1. Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial

Dapat berasal dari luar ataupun dari dalam. Faktor-faktor dari dalam ialah :

  1. Bertambah atau berkurangnya penduduk

Terjadinya pertambahan penduduk yang amat cepat akan mengakibatkan perubahan dalam struktur masyarakat, khususnya dalam lembaga kemasyarakatannya. Contoh : orang akan mengenal hak milik atas tanah, mengenai sistem bagi hasil di mana sebelumnya tidak pernah mengenal. Sedangkan berkurangnya penduduk akan nerakibat kekosongan baik di dalam pembagian kerja maupun stratifikasi sosial, hal tersebut akan mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada.

  1. Penemuan-penemuan baru

Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar tetapi tejadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama adalah inovasi.  Proses tersebut meliputi penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke bagian masyarakat dan cara-cara unsur budaya baru tadi  diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Penemuan baru sebagai akibat terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian discovery dan invention.

Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat / gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan individu para individu. Discovery akan menjadi invention jika masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru tersebut.

  1. Pertentangan masyarakat

Bisa terjadi antara individu dengan kelompok maupun anatar kelompok dengan kelompok. Misalnya : pertentangan antar generasi muda dengan generasi tua. Generasi muda pada umumnya lebih senang menerima unsur-unsur kebudayaan asing dan sebaliknya generasi tua tidak suka hal tersebut. Keadaan seperti ini pasti akan mengakibatkan perubahan di dalam masyarakat.

  1. Terjadinya pemberontakan atau revolusi

Revolusi terjadi pada suatu masyarakat akan membawa akibat berubahnya segala cara yang berlaku pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Biasanya hal ini diakibatkan karena adanya kebijaksanaan atau ide-ide yang berbeda.

Sedangkan faktor-faktor dari luar ialah :

  1. Lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia

Adanya bencana alam pada suatu masyarakat mengakibatkan masyarakat tersebut dengan sangat terpaksa pindah ke tempat lain. Adanya perpindahan ke tempat baru, membuat masyarakat itu berusaha beradaptasi dengan lingkungannya yang baru tersebut. Hal ini akan berakibat berubahnya lingkungan sosial yang telah ada. Misalnya : sebelum terjadi bencana alam tinggal di pinggir pantai dan mata pencahariannya adalah nelayan, kemudian pindah ke daerah pertanian.

  1. Terjadinya perang

Terjadinya perang antar suku maupun negara akan berakibat munculnya perubahan-perubahan pada suku / negara yang kalah. Pada umumnya mereka yang menang akan memaksakan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakatnya ataupun kebudayaan yang dimilikinya kepada negara yang mengalami kekalahan. Contohnya : Jepang yang kalah perang dalam PD II, masyarakatnya mengalami perubahan yang sangat berarti.

  1. Pengaruh kebudayaan asing

Adanya pengaruh kebudayaan asing akan dapat mempengaruhi terjadinya perubahan-perubahan masyarakat yang kena pengaruhnya. Terdapatnya hubungan secara fisik antara kebudayaan 2 masyarakat akan mengakibatkan pengaruh timbal balik. Jadi biasanya setiap kebudayaan masyarakat akan memepengaruhi masyarakat lainnya tetapi juga dapat menerima pengaruh kebudayaan dari masyarakat yang lain pula. Adanya proses penerimaan pengaruh kebudayaan asing disebut akulturasi.

  1. Faktor-faktor Pendorong Proses Perubahan

Faktor-faktor tersebut, meliputi :

  1. Kontak dengan kebudayaan lain

Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah difussion. Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu kepada individu lain. Dengan proses tersebut manusia mampu untuk menghimpun penemuan baru yang telah dihasilkan. Dengan terjadinya difusi, suatu penemuan baru yang telah diterima oleh masyarakat dapat diteruskan dan disebarluaskan kepada semua masyarakat hingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

  1. Sistem pendidikan formal yang maju

Pada dasarnya pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi individu untuk memberikan wawasan serta menerima hal-hal baru, juga memberikan bagaimana caranya berfikir secara ilmiah. Pendidikan juga mengajarkan kepada individu untuk dapat berfikir secara objektif. Hal seperti ini akan dapat membantu setiap manusia unutk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya akan dapat memenuhi kebutuhan zaman / tidak.

  1. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju

Bila sikap itu telah dikenal secara luas oleh masyarakat, maka masyarakat akan dapat menjadi pendorong bagi terjadinya penemuan-penemuan baru. Contohnya : hadiah Nobel, menjadi pendorong untuk melahirkan karya-karya yang belum pernah dibuat.

  1. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang

Adanya toleransi tersebut berakibat perbuatan-perbuatan yang menyimpang itu akan melembaga dan akhirnya dapat menjadi kebiasaan yang terus menerus dilakukan oleh masyarakat.

  1. Sistem terbuka pada lapisan masyarakat

Akan dapat menimbulkan terdapatnya gerak sosial vertikal yang luas / berarti memberi kesempatan pada individu untuk maju atas dasar kemampuan sendiri. Hal seperti ini akan berakibat seseorang mengadakan identifikasi dengan orang-orang yang memiliki status yang lebih tinggi.

  1. Adanya penduduk yang heterogen

Terdapatnya penduduk yang memiliki latar belakang kelompok sosial yang berbeda-beda, misalnya : ideologi, ras yang berbeda akan mudah menyulut terjadinya konflik. Terjadinya konflik ini dapat menjadi pendorong perubahan-perubahan sosial di dalam masyarakat.

  1. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang tertentu

Terjadinya ketidakpuasan dalam masyarakat dan berlangsung dalam waktu yang panjang juga akan mengakibatkan revolusi dalam kehidupan masyarakat.

  1. Adanya orientasi ke masa depan

Terdapatnya pemikiran yang menggunakan masa-masa yang akan datang dapat berakibat mulai terjadi / munculnya perubahan-perubahan dalam sistem sosial yang ada. Karena apa yang dilakukan harus diorientasikan pada perubahan di masa yang akan datang.

  1. Faktor-faktor Penghalang Proses Perubahan

Faktor-faktor tersebut antara lain :

  1. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat

Dapat mengakibatkan karena suatu masyarakat hidup dalam keterasingan dan di tindas oleh masyarakat lainnya.

  1. Sikap masyarakat yang tradisional

Adanya suatu sikap yang membanggakan dan mempertahankan tradisi-tradisi lama dari suatu masyarakat akan berpengaruh pada terjadinya proses perubahan. Karena akan ada anggapan bahwa perubahan-perubahan yang karena terjadi belum tentu lebih baik dari yang sudah ada.

  1. Adanya kepentingan yang tekah tertanam dengan kuatnya

Organisasi sosial yang telah mengenal sistem lapisan dapat dipastikan akan ada sekelompok individu yang memanfaatkan kedudukan dalam proses perubahan tersebut. Contoh : dalam masyarakat feodal dan juga pada masyarakat yang sedang mengalami transisi.

  1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain

Terjadi pada masyarakat yang kehidupannya terasing yang membawa akibat suatu masyarakat tidak akan mengetahui terjadinya perkembangan-perkembangan yang ada pada masyarakat yang lainnya.

  1. Adanya prasangka yang buruk terhadap hal-hal yang baru

Anggapan seperti ini biasanya terjadi pada masyarakat yang pernah mengalami hal yang paling pahit dari suatu masyarakat lain. Jadi bila ada hal-hal yang baru dan berasal dari masyarakat yang pernah membuat suatu masyarakat tersebut menderita maka masyarakat itu akan memiliki prasangka buruk terhadap yang yang baru tersebut.

  1. Adanya hambatan yang bersifat ideologis

Terjadi pada adanya usaha-usaha untuk merubah unsur-unsur kebudayaan rohaniah. Karena akan diartikan sebagai usaha yang bertentangan dengan ideologi masyarakat yang telah menjadi dasar yang kokoh bagi masyarakat tersebut.

  1. Adat / Kebiasaan

Biasanya pola perilaku yang sudah menjadi adat bagi suatu masyarakat akan selalu dipatuhi dan dijalankan dengan baik. Apabila pola perilaku yang sudah menjadi adat tersebut sudah tidak tepat lagi digunakan, maka akan sulit unutk merubahnya.

Faktor penghambat dari proses perubahan sosial ini oleh Margono Slamet dikatakan sebagai kekuatan pengganggu / kekuatan yang bertahan yang ada dalam masyarakat. Kekuatan bertahan adalah kekuatan yang bersumber dari bagian-bagian masyarakat :

-          Menentang segala bentuk perubahan

Biasanya golongan yang paling rendah dalam masyarakat selalu menolak perubahan, karena mereka memerlukan kepastian untuk hari esok. Mereka tidak yakin bahwa akan membawa perubahan untuk hari esok.

-          Menentang tipe perubahan saja

Misalnya : ada golongan yang menentang pelaksanaan KB saja, akan tetapi tidak menentang pembangunan-pembangunan lainnya.

-          Sudah puas dengan keadaan yang ada

-          Beranggapan bahwa sumber perubahan tersebut tidak tepat

Golongan ini pada dasarnya tidak menentang perubahan itu sendiri, akan tetapi tidak menerima perubahan tersebut oleh karena yang menimbulkan gagasan perubahan tidak dapat mereka terima. Hal ini dapat dihindari dengan jalan menggunakan pihak ketiga sebagai penyampai gagasan tersebut kepada masyarakat.

-          Kekurangan atau tidak tersedianya sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan perubahan yang diinginkan.

Hambatan tersebut selain dari kekuatan yang bertahan, juga terdapat kekuatan pengganggu. Kekuatan pengganggu ini bersumber dari :

  1. Kekuatan di dalam masyarakat yang bersaing untuk memperoleh dukungan seluruh masyarakat dalam proses pembangunan. Hal ini dapat menimbulkan perpecahan yang dapat mengganggu pelaksanaan pembangunan.
  2. Kesulitan perubahan yang berakibat lambatnya penerimaan masyarakat terhadap perubahan yang dilakukan. Perbaikan gizi, KB, konsevasi hutan adalah beberapa contoh dari bagian tersebut
  3. Kekurangan sumber daya yang diperlukan dalam bentuk :

-          Kekurangan pengetahuan

-          Tenaga ahli

-          Keterampilan

-          Pengertian

-          Biaya

-          Sarana dan lain-lain

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Berita Gunadarma

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: