Lovelycimutz's Blog

Stratifikasi Sosial

Posted on: Oktober 2, 2010

  1. 1. Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis)

Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.

Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.

  1. 2. Konsep-konsep Stratifikasi Sosial

-          Penggolongan

Penggolongan di sini harus dilihat sebagai suatu proses dan sebagai hasil dari proses kegiatan itu. Sebagai proses berarti setiap orang menggolongkan dirinya sebagai orang yang termasuk dalam suatu lapisan tertentu.

Dibagi ke dalam 2 bagian :

  • Proses (subjektif : definisi dari dalam hubungan interaksi dengan orang lain)
  • Hasil (objektif : terlepas dari individu)

-          Sistem Sosial

Sistem sosial dalam hubungannya dengan sistem stratifikasi harus dilihat sebagai sesuatu yang membatasi di mana penggolongan itu berlaku. Dalam keluarga, suami secara objektif maupun subjektif digolongkan / menggolongkan dirinya sebagai kesatuan sistem yang lebih tinggi dari pada istri dan anak-anak. Tetapi dalam kampung sebagai kesatuan sistem yang lebih luas, suami bisa saja lebih rendah dengan yang lainnya.

-          Lapisan Hirarkis

Kata hirarkis berarti lapisan yang lebih tinggi itu lebih bernilai / lebih besar daripada yang di bawahnya. Contohnya, Daniel berada pada lapisan atas menurut dimensi kekuasaan berprivilese dan prestise. Ini berarti Daniel lebih berkuasa, lebih berprivilese dan lebih berprestise daripada mereka yang berada di lapisan bawah.

Dalam studi Sosiologi ada beberapa istilah yang sudah baku yang menggambarkan perbedaan lapisan ini :

  • Lapisan atas (Upper)

a)      Lapisan atas

b)      Lapisan menengah

c)      Lapisan bawah

  • Lapisan menengah (Middle)

a)      Lapisan atas

b)      Lapisan menengah

c)      Lapisan bawah

  • Lapisan bawah (Lower)

a)      Lapisan atas

b)      Lapisan menengah

c)      Lapisan bawah

Mengenai perbedaan antara lapisan satu dengan yang lain bukan berarti antar lapisan tersebut tidak berkaitan / berhubungan dengan kata lain baik lapisan atas sampai bawah ada suatu garis sinambung yang tidak terputuskan. Untuk memperlihatkan garis sinambung ada 2 buah lapisan yang dapat membantu :

  1. i.            Lapisan melingkar

Contohnya : Keraton Yogyakarta, di mana di dalamnya berlaku tata nilai sesuai dengan aturan-aturan yang digariskan. Sultan menjadi tokoh sentral yang penuh dengan kekuasaan, privilese dan prestise, semakin jauh dari pusat Keluarga Sultan tentu semakin hilang kekuasaan, privilese dan prestise.

  1. ii.            Lapisan bersusun

Perbedaan antar individu bisa saja didasarakn ukuran kekayaan yang mereka miliki. Kaya / mempunyai pendidikan ditempatkan pada lapisan atas  dan miskin / tidak mempunyai pendidikan ditempatkan pada lapisan bawah. Inti dari pengertian lapisan sosial itu adalah kesenjangan sosial (social inequality). Oleh sebab itu pula hasil studi mengenai sistem stratifikasi sosial dapat membantu para perencana sosial mengarahkan masyarakat ke suatu progress.

-          Kekuasaan

Menurut Max Weber, kekuasaan adalah kesempatan (change probability) yang ada pada seseorang / sejumlah orang untuk melaksanakan kemauannya sendiri dalam suatu tindak sosial, meskipun mendapat tantangan dari orang lain yang terlibat dalam tindakan itu. Kesempatan merupakan suatu konsep yang sangat inti dalam sosiologi.

Ada beberapa tokoh sosiologi modern antara lain : Marvin, E. Olsen, Robert Biersted, Robert Dubin, Ralf Dahrendorf dan Amitai Etzioni. Mereka mulai mengembangkan dan membahas kekuasaan itu dalam suatu bentuk yang khusus lagi. Amitai Etzioni banyak mengetahui masalah organisasi serta mengemukakan definisi kekuasaan yaitu kemampuan untuk mengatasi sebagian / semua perlawanan untuk mengadakan perubahan-perubahan pada pihak yang memberikan oposisi.

3 Jenis kekuasaan :

a) Kekuasaan Utilitarian

Utilitarian berasal dari bahasa Latin yang artinya berguna. Jadi Utilitarian adalah sifat yang menekankan pada kegunaan dari sesuatu, misalnya : ideologi utilitarian yakni suatu ajaran yang mengatakan bahwa tindakan itu baik kalau berguna (useful)

Kekuasaan Utilitarian akan muncul dari asset utilitarian apabila asset-asset digunakan oleh mereka yang memilikinya, sehingga perlawanan itu dapat diatasi, contohnya : penyuapan (mereka yang mempunyai uang dapat menyuap pejabat yang berwenang sehingga mereka bisa lolos dari pengawasan yang ketat).

b)      Kekuasaan Koersif (Coersive = Memaksa)

Assetnya adalah senjata, tenaga manusia yang digunakan oleh tentara, polisi atau badan keamanan lainnya. Polisi mempunyai kekuasaan koersif kalau menggunakan senjatanya dengan kekerasan untuk  mengubah orang lain / menghukum mereka yang menghalangi.

c) Kekuasaan Persuasif

Tidak memakai paksaan. Assetnya yaitu nilai, perasaan atau kepercayaan yang ada dalam suatu masyarakat tertentu. Orang yang memiliki kekuasaan persuasif adalah ia yang menggunakan nilai-nilai yang terdapat dalam masyarakat / yang ada pada orang lain yang ingin dikuasainya sedemikian rupa sehingga apa yang diinginkannya dapat dipenuhi tanpa perlawanan. Kalaupun ada perlawanan maka dapat diatasi dengan mudah.

-          Privilese

Artinya hak istimewa, hak mendahului, hak untuk memperoleh perlakuan khusus. Dalam studi stratifikasi sosial, minimal privilese ini dihubungkan dalam 2 hal :

  • Privilese Ekonomi

Uang / kekayaan merupakan alat yang dapat membuat seseorang memperoleh perlakuan yang istimewa. Contohnya, perbedaan perlakuan sosial antara mereka yang mempunyai uang / kekayaan dan yang tidak.

a)      Dalam bidang pendidikan

Orang yang mempunyai uang tentunya menyekolahkan anaknya pada sekolah yang bergengsi dan punya mutu. Dengan mutu pendidikan yang tinggi pula maka seseorang mempunyai kemungkinan besar unutk medapatkan pekerjaan yang baik daripada mereka yang tidak mempunyai keahlian.

b)      Dalam bidang kesehatan

Mereka yang memiliki uang dapat menyewa tempat di Rumah Sakit yang bermutu jika mereka sakit. Dalam arti bahwa orang yang punya uang mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk mempertahankan hidupnya daripada mereka yang mempunyai uang sedikit.

c)      Dalam bidang pekerjaan

Agar maju dalam usaha perlu uang sebagai modal. Orang yang punya uang dapat memperlebar usahanya.

  • Privilese Budaya

Kebudayaan dapat memberikan hak istimewa secara tidak langsung yang memungkinkan mereka yang memilikinya dapat memperoleh privilese dalam bidang ekonomi. Itu berarti bahwa tekanan privilese yang dimaksud di sini adalah bidang ekonomi. Salah satu alasannya adalah bahwa ekonomi sangat penting dalam kehidupan manusia. Pada masyarakat tertentu di Indonesia, laki-laki memperoleh hak istimewa dalam hukum pewarisan hak milik. Karena itu laki-laki lebih besar kemungkinannya unutk memperoleh privilese dalam bidang ekonomi dari wanita. Contoh lainnya : Anak laki-laki diberi kesempatan yang lebih besar untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi dari pada wanita. Jadi secara tidak langsung kebudayaan pada daerah tertentu ikut menentukan tinggi rendahnya privilese dalam bidang ekonomi.

-          Prestise (Kehormatan)

Masalah kehormatan sifatnya relatif, dalam arti kehormatan harus kita kaitkan dengan kebudayaan / sistem sosial tertentu. Kata sosial dibelakang konsep stratifikasi mempunyai arti yang ada hubungannya dengan pandangan Peter L. Berger, dalam arti bahwa stratifikasi atau perbedaan yang dibicarakan dalam sosiologi tidak dihubungkan dengan Teologi, Biologi atau apa pun lainnya. Perbedaan sosial yang ada dalam masyarakat dapat dihilangkan walaupun dalam kenyataan sampai sekarang perbedaan itu tidak dapat dihilangkan. Optimisme karena manusia yang menciptakan perbedaan itu berarti manusia secara teoritis meniadakannya.

A. HUBUNGAN ANTARDIMENSI STRATIFIKASI SOSIAL

Yang dimaksud dengan dimensi di sini ialah kekuasaan, privilese dan prestise. Lalu yang dimaksud dengan hubungan adalah terutama mengenai penjelasan apakah kalau orang itu berkuasa juga berprivilese dan sebaliknya. Kalau seorang itu dalam dimensi kekuasaan berada pada lapisan atas dan dalam dimensi privilese juga berada dalam lapisan atas, maka gejala stratifikasi sosial untuk orang tersebut bersifat konsisten. Perbedaan antar gejala stratifikasi yang konsisten dan tidak konsisten dapat dilihat dalam penjelasan di bawah ini :

-          Dalam lapisan hirarki atas : Kekuasaan (Ya), Privilese (Ya), Prestise (Ya)

-          Dalam lapisan hirarki tengah : Kekuasaan (Ya), Privilese (Ya), Prestise (Ya) KONSISTEN

-          Dalam lapisan hirarki bawah : Kekuasaan (Ya), Privilese (Ya), Prestise (Ya)

-          Dalam lapisan hirarki atas : Kekuasaan (Ya), Privilese (Tidak), Prestise (Ya)

-          Dalam lapisan hirarki tengah : Kekuasaan (Tidak), Privilese (Ya), Prestise (Ya) TIDAK KONSISTEN

-          Dalam lapisan hirarki bawah : Kekuasaan (Ya), Privilese (Tidak), Prestise (Tidak)

Max Weber adalah seorang ahli Sosiologi Klasik yang membedakan dengan tajam antara ketiga dimensi tersebut. Menurut beliau secara teoritis ketiganya harus dibedakan. Dalam arti bahwa kekuasaan memperlihatkan gejala tersendiri yang lain daripada privilese dan prestise. Contoh : Partai Politik, di sini formalitas yang ada hanya didasarkan pada siapa yang berkuasa dan siapa yang dikuasai.

Dalam analisa Max Weber mengenai stratifikasi sosial, privilese berhubungan dengan kesempatan dalam bidang ekonomi. Karena itu Weber membedakan ke dalam 3 kelas :

  • Kelas kepemilikan (property class)

Adalah mereka yang memilki benda-benda berharga, seperti : uang, tanah, emas, pabrik, kapal dan mobil. Dalam studi Weber yang termasuk dalam kelas kepemilikan ini adalah yang memilki hamba-hamba yang dapat dieksploitasi atau diperdagangkan.

  • Kelas perdagangan (commercial)

Didasarkan pada keahlian yang kalau digunakan akan memungkinkan mereka yang berada pada lapisan atas dilihat dari segi pendapatan. Contohnya : wiraswastawan pada umumnya, seperti manager, bankir, pedagang.

  • Kelas sosial

Sifatnya agak umum. Penelitian yang sangat cermat mengenai gejala stratifikasi dalam masyarakat akan dapat menghasilkan suatu  gambaran mengenai lapisan-lapisan kelas sosial dalam masyarakat. Mengenai kehormatan, bagaimana kita membedakan mereka yang memiliki kehormatan status yang lebih tinggi dan yang rendah dalam lapisan sosial ini. Menurut Weber yang membedakan antara lapisan yang ada adalah gaya hidup (style of live)

B. MOBILITAS SOSIAL

Mobilitas dalam bahasa Indonesia berarti gerak. Dalam hubungannya dengan stratifikasi sosial, mobilitas berarti gerak yang menghasilkan perpindahan tempat. Jadi mobilitas sosial adalah perpindahan posisi dari lapisan yang satu ke lapisan yang lainnya. Ada 2 jenis mobilitas sosial, yaitu :

-          Mobilitas Vertikal

Adalah perpindahan posisi yang lebih rendah ke mobilitas vertikal yang lebih tinggi / sebaliknya. Contoh : dulu saudara miskin, sekarang saudara kaya. Berarti di sini dalam diri saudara terjadi mobilitas vertikal. Dalam mobilitas seperti ini kita sebut mobilitas vertikal intragenerasi (dalam generasi itu sendiri).

-          Mobilitas Horizontal

Gerak horozontal berarti gerak ke kiri / ke kanan, ke depan dan ke belakang. Untuk lebih jelasnya kita kaitkan dengan stratifikasi yang mempunyai 3 dimensi : kekuasaan, privilese dan prestise. Dan setiap dimensi dapat dibagi dalam 3 lapisan : atas, menengah dan bawah. Contoh : Si Budi menurut dimensi privilese berada pada lapisan menengah alasannya karena ia adalah petani kaya, berdasarkan perhitungan statistik Si Budi digolongkan sebagai orang yang tidak terlalu kaya, tapi pasti tidak miskin.

Mobilitas horizontal antar dimensi yang bersifat intragenerasi, dapat dilihat dalam contoh berikut : Seorang Bupati dalam hirarki kekuasaan di Indonesia berada pada lapisan menengah. Pada saat ia mendadak minta pensiun dan langsung membuka perusahaan peternakan ayam yang cukup besar. Dari perhitungan kekayaan peternakan ayam milik mantan bupati tersebut termasuk lapisan menengah. Perpindahan posisi antar bidang suatu dimensi antar dimensi dalam lapisan yang sama.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: