Lovelycimutz's Blog

Seminar Musicconomy (Management Of Music)

Posted on: November 3, 2010

Hari ini tepatnya tanggal 3 November 2010, kampus UG mengadakan acara seminar yang bertemakan “Musicconomy”. Acara mulai tepat pukul 09.00, perlu dikasih jempol buat semua panitia karena bisa on time dalam memulai acara. Secara banyak banget acara kampus yang suka jam karet alias gak on time. Dalam Seminar Musicconomy (Management Of Music) ada 3 pembicara, yaitu Hendra Saputro (sebagai manajer label), Wawan Kurniawan (sebagai manajer label) dan Thito Hutosoit (Penyanyi solo). Acara diadakan di Ruang Cinema Lantai 6 Kampus J Universitas Gunadarma.

Menurut para pembicara industri musik di Indonesia sekarang mengalami banyak masalah seperti pembajakan, sulitnya mencari tempat yang cocok dijadikan tempat konser musik bagi artis dalam negeri maupun luar negeri. Kalau pun ada, pasti selalu bertempat di JCC atau Kemayoran. Selalu di tempat itu-itu saja. Namun ada sesuatu yang mungkin bisa sedikit dibanggakan bagi warga Bekasi belakangan ini dengan digelarnya Bekasi Java Jazz Festival yang digelar beberapa waktu yang lalu. Dan acara ini cukup banyak peminatnya, sehingga bisa disimpulkan bahwa bukan hanya masyarakat menengah ke atas yang bisa menikmati festival musik, namun masyarakat menengah ke bawah pun bisa. Selain mengenai masalah tempat konser, masalah perizinan pun menjadi masalah industri musik Indonesia. Karena banyaknya pembajakan, para pelaku seni sekarang dalam membuat karyanya tidak hanya mengandalkan dari penjualan album namun mulai beralih ke penjualan RBT (Ring Back Tone) yang mulai menjamur beberapa tahun belakangan ini. RBT mulai memberikan titik cerah dalam mempromosikan single para pelaku musik. Banyak keuntungan yang bisa didapat melalui RBT.

Sekarang ini genre musik rock atau RnB kurang diminati oleh para penikmat musik Indonesia, genre musik Melayu dan Pop lah yang sekarang sedang digandrungi oleh para penikmat musik Indonesia. Walaupun begitu, Thito (yang dulunya finalis ajang Cilapop) mengatakan tidak kuatir terhadap hal tersebut. Karena dirinya mengaku menyukai semua jenis musik sehingga jika ada tawaran untuk menyanyi pop, jazz ataupun dangdut, dirinya akan berusaha untuk menyanyikan lagu sebaik mungkin.

Jika berbicara mengenai industri musik banyak hal yang harus dipertaruhkan dalam membuat sebuah album atau single bagi pelaku musik. Bukan hal yang mudah untuk bisa berkecimpung dalam industri musik. Misalnya, jika ingin mengeluarkan abum, para pelaku musik harus melihat ke kiri kanan untuk melihat sekarang lagi ngetrend lagu apa sih. Juga melihat pelaku industri lainnya, hal ini supaya single ataupun album yang dibuat bisa laku dipasaran.

Selain lagi ngtrend mengenai RBT musik ataupun musik Melayu/Pop, di pasar industri musik juga banyak band-band Indie yang mulai menempati industri musik Indonesia. Band Indie ini maksudnya band yang mandiri, mengatur semuanya serba sendiri. Dan tidak terlalu sulit jika masyarakat ingin mulai mencoba membentuk band Indie.

Walaupun banyak masalah dalam industri musik Indonesia namun ada juga hal yang patut untuk kita banggakan yaitu mengenai perkembangan musik Indonesia. Perkembangan ini mulai dari banyaknya pencipta lagu Indonesia yang mulai didukung oleh kecanggihan teknologi dalam dunia rekaman. Hal ini berbeda jauh dengan apa yang terjadi saat tahun 70-an. Walaupun jumlah Grup Band saat ini cukup banyak jumlahnya namun kesempatan untuk bisa tampil di depan layar tidak banyak. Lirik lagu jaman sekarang pun lebih mengarah ke tema kisah cinta/kasih sayang, baik itu lagu pop, dangdut ataupun campur sari. Sementara lagu yang bertemakan tentang kecintaan terhadap tanah air, lingkungan boleh dikatakan kurang peminatnya. Tampaknya para pencipta lagu sekarang ini tidak mau mengambil resiko jika harus menulis dan memproduksi lagu bertemakan non cinta. Bagaimanapun mereka tetap menjadikan urusan bisnis sebagai primadonanya.

Ini dia tiket seminarnya..

Ini dia para pembicaranya..

Ini saat pemberian kenang-kenangan bagi para pembicara dari pihak panitia penyelenggara BEM FE UG..

Ini Thito pas lagi nyanyi “Ku Benci Kau Dengan Cintaku”  bikin semua audiens cewek kesengsem aja..

Ini saat pemberian CD dan Pin Thito bagi audiens yang bertanya saat seminar berlangsung..

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Berita Gunadarma

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: