Lovelycimutz's Blog

Seminar dan Simulasi Di FIB Carreer And Job Expo “Actvolution”

Posted on: Desember 4, 2010

Tanggal 3 Desember kemarin gw mengikuti acara seminar dan simulasi yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Tempatnya pun berada dalam lingkungan Universitas Indonesia jurusan Fakultas Ilmu Budaya, khususnya Pusat Studi Jepang. Sejujurnya sih ini seminar pertama kali yang gw ikutin di Universitas Indonesia, jadinya rasanya excited banget. Pembicara dalam seminar yang bertemakan tentang ACTVOLUTION ini yaitu Niken Ardiyanti, Psi, Mpsi. Beliau adalah Wakil Kepala Administrasi Keuangan SDM Lembaga Management FE UI (Juli 2009 – sekarang).

Pembahasan awal yaitu mengenai pembuatan CV atau Curriculum Vitae. CV merupakan salah satu hal awal yang paling penting bagi siapa pun yang ingin melamar pekerjaan. CV bisa dibilang sebagai representasi keadaan kita terkini. Banyak orang yang terkadang masih cuek dalam memperhatikannya. Fotonya yang dipakai bukanlah seperti keadaan kita sekarang, misalnya foto saat kita masih SMA atau SMP. Sebaiknya  hal tersebut perlu dihindari, karena CV sebagai representatif keadaan kita terkini makanya harus memakai foto yang paling update mengenai keadaan kita sekarang. Foto yang dicantumkan pada CV juga akan menjadi bahan pertimbangan juga untuk perusahaan.

Setiap tahunnya perguruan tinggi negeri maupun swasta meluluskan beribu-beribu Sarjana Muda dan semuanya akan menjadi kompetitor. Namun jika kita lihat, bertambah banyaknya jumlah lulusan perguruan tinggi yang ada tidak diimbangi dengan bertambahnya quota lapangan pekerjaan yang akan. Karena itu bagi semua mahasiswa baik yang akan lulus sarjana maupun masih menempuh semester perkuliahan yang harus dipikirkan sekarang adalah daya jual kita setelah lulus apa sih?? Dengan begitu kita bisa berkompetisi dengan lulusan lain yang jumlahnya tidak sedikit.

Dalam mencari pekerjaan yang sesuai, kita pun dituntut untuk bisa konsekuen terhadap pilihan yang kita ambil. Jangan sampai berhenti di tengah jalan dan malah akan membuat jalan kita terhambat dalam menempuh kesuksesan yang ingin diraih. Setiap manusia yang menginjak usia 30 tahun biasanya saat usia itulah di mana akan berusaha untuk melengkapi hidupnya untuk ke depan. Misalnya, bagaimana memilih pasangan hidup yang benar-benar cocok untuk kita serta hal-hal mengenai karir yang prospek ke depannya akan bagaimana. Simpelnya sebenarnya mengenai saya ingin menjadi apa ke depannya nanti, karena hal tersebut akan menetukan keberhasilan diri kita. Kecerdasan IQ dengan kecerdasan emosi juga mempenagruhi dan berkaitan satu sama lainnya. Doa orangtua dan keluarga merupakan salah satu kunci keberhasilan dan kesuksesan kita, karena itu ada 2 hal yang harus kita lakukan sebelum melangkahkan jenjang karir kita ke depan yaitu kita harus berdamai dengan diri kita sendiri dan menentukan pilihan yang kita inginkan dengan konsekuensi yang ada. Maksud dari berdamai dengan diri kita sendiri yaitu selesaikanlah konflik yang ada dengan keluarga ataupun orangtua kita. Hal lain yang harus dimiliki yaitu integritas. Integritas adalah kejujuran, apa yang kita katakan itulah yang kita lakukan. Dalam hal ini integritas tidak bisa diukur oleh orang lain, hanya diri kita dan Tuhanlah yang bisa mengukurnya. Memang sulit untuk menerapkan integritas dalam kehidupan kita sehari-hari. Padahal hal tersebut sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, juga saat kita interview pekerjaan.

Ada 7 proses seleksi karyawan :

  • I : Surat lamaran kerja
  • II : Panggilan test tertulis
  • III : Test tertulis
  • IV : Pemberitahuan
  • V : Wawancara
  • VI : Test kesehatan
  • VII : Pemberitahuan hasil test keseluruhan serta konfirmasi.

Mengenai surat lamaran kerja, banyak mahasiswa baik perguruan tinggi negeri maupun swasta yang belum lulus kuliah tapi sudah mulai mengirimkan CV ke banyak perusahaan. Hal tersebut baik dilakukan karena tidak harus menunggu selesai wisuda baru mengirimkan CV kemana-mana. Sangat kurang efektif dan efisien. Seperti Filosofi Cina “ Kelebihan kita merupakan kekurangan kita”. Filosofi tersebut perlu diterapkan saat kita membuat CV. Curriculum Vitae harus kita buat berdasarkan diri kita sendiri, apa adanya bagaimana diri kita. Sebaiknya dalam menulis CV terutama dalam pencantuman nomer telepone harus benar-benar diperhatikan. Jangan mencantumkan nomer telepone yang sudah tidak aktif, karena tidak akan berguna. Padahal nomer telepone sangatlah bermanfaat jika perusahaan ingin menghubungi kita mengenai masalah panggilan kerja. Selain itu alamat yang kita cantumkan juga harus benar dan sesuai dengan alamat kita sekarang. Saat mengikuti test tertulis yang diadakan perusahaan, sebaiknya kita mempersiapkan baik-baik apa aja yang mesti kita bawa seperti Pensil 2B, penghapus, serutan pensil, alas yang biasanya digunakan saat test Psikotes. Selain alat-alat tulis yang mesti kita persiapkan saat test Psikotes, hal-hal lainnya yaitu jagalah kesehatan (jangan batuk, pilek ataupun hal lainnya yang akan mengganggu), jangan panik dan harus percaya dengan kemampuan kita. Sebaiknya kita hadir 30 menit sebelum test dimulai sehingga kita bisa benar-benar mempersiapkan diri kita saat mengikuti test. Saat pemberitahuan hasil test, 1 hal yang perlu disiapkan adalah mental kita. Apakah kita lulus test atau harus berhenti di tengah jalan. Tujuannya agar kita tidak terlalu kecewa dengan hasil pemberitahuan yang ada.

Untuk masalah test kesehatan, biasanya yang sering melakukannya adalah untuk calon-calon pegawai negeri sipil. Tidak banyak perusahaan yang melakukan test kesehatan bagi calon pegawai baru.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam interview :

  • Waktu akan diadakannnya test.
  • Tempat diselenggarakannya test.
  • Membawa peralatan tulis yang dibutuhkan seperti pensil 2B, pulpen, penghapus.
  • Apabila ada hal penting yang belum Anda ketahui, Anda bisa menhubungi perusahaan tersebut melalui telepone untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Persiapan interview :

  • Pelajari organisasi perusahaan yang akan mewawancarai Anda.
  • Pelajari posisi yang Anda lamar termasuk peranannya dalam perusahaan.
  • Pelajari tipikal pertanyaan yang mungkin ditanyakan.
  • Siapkan pakaian wawancara dengan tepat, catatlah baik-baik waktu dan tempat wawancara.
  • Siapkan interview kit yang berisi CV terbaru, ijazah pendidikan, training dan dokumen penting lainnya.

Aturan busana yang sesuai untuk wawancara kerja :

PRIA

Atasan : rapi, bersih, polos dan berlengan panjang. Tidak boleh digulung dan baju harus dimasukkan.

Dasi : bisa dipakai bisa tidak, tergantung budaya perusahaan dan jenis pekerjaan.

Ikat pinggang : wajib pakai.

Celana panjang : rapi, bersih, dengan bahan yang jatuhnya rapi, ukuran pas, tidak longgar.

Sepatu : model klasik dengan kulit disemir.

Kaus kaki : wajib pakai, bersih, polos, motif sederhana yang dipadankan dengan keseluruhan pakaian.

Rambut : pendek, rapi, tidak dicat, kumis tipis, tidak bercambang.

Tas : model kantor.

Parfum : wangi lembut.

WANITA

Pakailah pakaian dengan desain yang simple.

Rok : longgar dengan maksimal 5 cm di atas lutut.

Blus : belahan dada maksimal 7 cm dari pangkal leher dan bahan tidak transparan.

Blazer : pas badan dengan warna dasar berge, coklat, hitam, biru tua.

Sepatu : tumit runcing 5 cm dengan model klasik.

Tas : ukuran sesuai kebutuhan dengan model klasik.

Make up : natural, lipstik cerah sesuai dengan warna busana.

Rambut : rapi, bersih, tidak dicat dengan warna mencolok.

Tidak berlebihan dalam menggunakan parfum dan perhiasan.

Kuku jari harus rapi, bersih, tidak dicat dengan warna mencolok.

Pertanyaan yang biasa ditanyakan saat interview :

Coba ceritakan tentang diri anda!

Menurut anda apa kelemahan dan kelebihan anda?

Kemana anda inginkan karir anda 5 tahun ke depan?

Apakah anda lebih suka bekerja sendiri atau tim?

Apa hobi dan kegemaran anda?

Apa yang anda lakukan pada waktu senggang?

Buku atau majalah apa yang biasa anda baca?

Apakah anda terlibat dalam organisasi?

Bagaimana jika anda harus kerja lembur?

Berapa gaji yang anda minta?

Apa yang anda harapkan dari pekerjaan ini?

Apa pengalaman anda dalam bidang ini?

Apa yang anda ketahui tentang pekerjaan yang anda lamar?

Bagaimana kerjasama anda dengan atasan di posisi terakhir?

Apa yang anda ketahui tentang kami?

Aspek spesifik yang menunjang keberhasilan wawancara selain intelektual dan pendidikan :

  • Kualifikasi mental.
  • Berfikir positif.
  • Orientasi masa depan.
  • Kemampuan mengungkapkan ide.

Perilaku non verbal yang mempengaruhi proses interview :

  • Kebiasaan.
  • Postur tubuh.
  • Kontak mata.
  • Suara.

Menurut gw seminar dan simulasi job expo yang gw ikuti kemarin di Universitas Indonesia sangatlah bermanfaat. Banyak hal dan informasi menarik yang bisa didapat apalagi bagi para pemula yang belum tau banyak hal mengenai interview kerja dan kiat-kiat suksesnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Berita Gunadarma

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: