Lovelycimutz's Blog

Bagian I Pengantar Perpajakan

Posted on: April 29, 2011

Definisi Pajak

Pajak adalah sebagian harta kekayaan rakyat yang berdasarkan UU, wajib diberikan oleh rakyat kepada negara tanpa mendapat kontra prestasi secara individual dan langsung dari negara, serta bukan merupakan penalti yang berfungsi sebagai :

–      Dana untuk penyelengaraan negara dan sisanya jika ada digunakan untuk pembangunan.

–      Alat untuk mengatur kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Ciri-ciri dari pajak :

–      Harta kekayaan rakyat

–      Berdasarkan UU

–      Sebagian

–      Wajib diberikan kepada negara (sektor publik)

–      Tanpa mendapat kontraprestasi secara individual dan langsung

–      Bukan merupakan penalti

Fungsi dari pajak :

  1. Budgeter

Mengisi kas negara untuk membiayai penyelenggaraan negara dan sisanya digunakan untuk membiayai pembangunan.

  1. Reguleren

Alat mengatur kehidupan sosial ekonomi dan budaya rakyat.

Macam-macam pajak yang berlaku di Indonesia :

  1. Pajak pusat, terdiri atas :
  • Pajak Penghasilan (PPh)

Berdasarkan UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 17 Tahun 2000.

  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Berdasarkan UU No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 18 Tahun 2000 (PPN/PPnBM).

  • Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM)

Berdasarkan UU No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 18 Tahun 2000 (PPN/PPnBM).

  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Berdasarkan UU No. 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 12 Tahun 1994.

  • Bea Materai

Berdasarkan UU No. 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai.

  • Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Mulai berlaku tanggal 9 Juli 1998. Berdasarkan UU No. 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2000.

  • Bea Masuk

Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeaan (UU Kepabeaan).

  • Cukai Tembakau dan Ethil Alkohol beserta hasil olahannya

Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

  1. Pajak Daerah

Dasar hukum pajak daerah adalah UU No. 19 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan UU No. 34 Tahun 2000. Berdasarkan UU No. 19 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah telah diubah menjadi UU No. 34 Tahun 2000.

Pajak daerah terdiri dari :

  • Pajak daerah provinsi (wewenang pemajakannya berada di tangan pemerintah daerah provinsi), seperti : Pajak kendaraan bermotor dan kendaraan di atas air, Pajak bahan bakar kendaraan bermotor, Bea balik nama kendaraan bermotor dan kendaraan di atas air, Pajak Pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan.
  • Pajak daerah kabupaten/kota (wewenang pemajakannya berada di tangan pemerintah daerah kabupaten/kota), seperti : Pajak hotel dan restoran, Pajak restoran, Pajak Hiburan, Pajak reklame, Pajak penerangan jalan, Pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian golongan C, Pajak parkir.

Macam-macam pajak yang pernah berlaku di Indonesia :

  1. Yang digantikan oleh pajak bumi dan bangunan adalah
  • Pajak Rumah Tangga (berdasarkan ordinasi pajak rumah tangga tahun 1908)
  • Pungutan Verponding (berdasarkan ordinasi verponding tahun 1928)
  • Pajak Verponding Indonesia (berdasarkan ordinasi verponding tahun 1923)
  • Pajak Jalan (berdasarkan ordinasi pajak jalan tahun 1942)
  • Pajak kekayaan (berdasarkan ordinasi pajak kekayaan tahun 1932)
  • Pajak hasil bumi (berdasarkan PERPU No. 12 tahun 1959)
  1. Yang digantikan oleh pajak penghasilan adalah
  • Pajak Perseroan (berdasarkan ordinasi pajak perseroan 1925)
  • Pajak Pendapatan (berdasarkan ordinasi pajak pendapatan 1944)
  • Pajak Deviden (berdasarkan PERPU No. 12 tahun 1959)
  • Pajak atas Bunga, Deviden dan Royalti (berdasarkan UU No. 10 tahun 1970 yang menggantikan pajak deviden)
  1. Yang digantikan oleh pajak pertambahan nilai barang dan jasa adalah
  • Pajak Peredaran (berdasarkan UU Darurat No. 12 tahun 1950)
  • Pajak Penjualan (berdasarkan UU Darurat No. 35 tahun 1953)
  1. Yang digantikan oleh pajak hotel dan restoran adalah Pajak pembangunan I berdasarkan UU No. 14 tahun 1947.
  2. Yang tetap ada tapi UU-nya berbeda adalah
  • Bea materai (berdasarkan aturan bea materai 1921, berganti nama menjadi UU bea materai)
  • Bea balik nama kendaraan bermotor (pada zaman Belanda berdasarkan ordinasi bea balik nama 1924 yang diganti dengan UU No. 27 tahm 1959)
  • Pajak kendaraan bermotor (pada zaman Belanda berdasarkan ordinasi kendaraan bermotor 1934 yang diganti dengan UU No. 11 tahm 1957)
  • Pajak hiburan (berdasarkan UU No. 11 tahun 1957 tentang peraturan umum pajak daerah)
  • Pajak reklame (berdasarkan UU No. 11 tahun 1957 tentang peraturan umum pajak daerah)
  • Pajak penerangan jalan (berdasarkan UU No. 11 tahun 1957 tentang peraturan umum pajak daerah)
  • Pajak pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan (dulu berdasarkan UU No. 12 tahun 1957 tentang peraturan umum retribusi daerah)
  • Pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian (dulu berdasarkan UU No. 12 tahun 1957 tentang peraturan umum retribusi daerah)
  1. Yang telah ditiadakan adalah
  • Pajak potong (berdasarkan ordinasi pajak potong 1936)
  • Pajak radio (berdasarkan UU No. 12 tahun 1947)
  • Pajak kopra untuk bekas negara Indonesia timur (berdasarkan UU Negara Indonesia Timur No. 16 tahun 1949)
  • Pajak bangsa asing (berdasarkan UU No. 74 tahun 1958)
  • Pajak anjing dan lainnya.

Sumber :  Markus, Muda. 2005. Perpajakan Indonesia Suatu Pengantar. Gramedia Pustaka : Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Berita Gunadarma

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: