Lovelycimutz's Blog

Utang dan Investasi Jangka Panjang

Posted on: Mei 13, 2011

Besarnya Hutang Indonesia

Besar hutang negara kita kepada negara lain atau dunia internasional kurang lebih sekitar 2000 triliun rupiah (Rp. 2.000.000.000.000,-). Jumlah itu memang jumlah yang sangat besar bagi kita semua baik yang merasa kaya, merasa menengah dan merasa miskin.

Beberapa kriteria persyaratan percepatan pelunasan hutang negara Indonesia, yaitu :

  • Pemimpin negara baru, berani, tegas, pintar, kreatif, dan dihormati.
  • Berjanji tidak akan pinjam uang lagi ke dunia atau negara lain.
  • Meminta negara pemberi pinjaman untuk meringankan hutang yang ada.
  • Komitmen asli dalam memberantas KKN dan melunasi hutang negara.
  • Didukung penuh sebagian besar rakyat indonesia dan pemerintah.
  • Ada perubahan dari pemerintahan korup jadi pemerintah bersih.
  • Mengandalkan uang dinar emas dan dirham perak dalam perekonomian daripada uang kartal & giral.
  • Hukum ditegakkan sesuai aturan dan tidak sekuler.
  • Pemerintah dan pengusaha membantu mengentaskan kemiskinan.
  • Didukung penuh pada pemuka agama dari semua agama.

Cara melunasi hutang negara Indonesia :

Dengan meminta bantuan penuh dari rakyat untuk membantu negara melepaskan diri dari hutang yang membelenggu tanpa berkesudahan akibat ulah oknum terdahulu yang tidak berpikir jangka panjang. Dari 200 juta warga negara indonesia anggap saja ada 100 juta orang yang siap mendukung penuh program ini. Orang yang miskin atau di luar angkatan kerja membantu dengan doa dan orang yang mampu membantu menyumbang untuk ukuran lebih dari 1 orang. Satu orang menyumbang Rp. 10.000,- rupiah perhari di mana yang kurang mampu bisa bantu Rp. 500,- perhari saja dan yang mampu boleh sumbang dana Rp. 1.000.000,- perhari. Kalau dirata-rata katakanlah sampai Rp. 10.000,- perhari perorang.

Dari perhitungan di atas akan kita dapat perhitungan sebagai berikut :

Jumlah Penyumbang : 100.000.000 orang

Jumlah Sumbangan : Rp. 10.000,- perorang perhari

Jumlah Sumbangan Perhari : Rp. 1.000.000.000.000,- (1 trilyun)

Jumlah Sumbangan 2000hari : Rp. 2.000.000.000.000.000,- (lunas)

Konversi hari ke tahun : 2000/365 : 5,48 Tahun

Dari hitung-hitungan hutang di atas kita bisa melihat bahwa dalam 5 tahun saja hutang kita bisa lunas semuanya. Asumsi yang dipakai adalah bahwa pemerintah tidak menambah hutang lagi dan pemerintahlah yang menanggung pembayaran rutin bunga hutang yang ada.

Selain itu tabungan rakyat ini disimpan dalam bentuk emas yang bebas inflasi daripada uang kertas dan uang logam yang selalu kehilangan daya belinya. Pemerintah membayar segera hutang satu persatu secara prioritas jika sudah tercapai jumlah yang direncanakan. Jangan menunggu terkumpul dana semua baru berani bayar. Setelah hutang lunas maka APBN akan lebih punya dana untuk kepentingan rakyat.

Hutang Indonesia 5 Tahun Terakhir Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia

Tim Indonesia Bangkit (TIB) mencatat utang Indonesia dalam 5 tahun terakhir justru mengalami peningkatan sebesar 31 persen menjadi Rp 1.667 triliun. Utang sebesar ini merupakan utang terbesar Indonesia sepanjang sejarah. Demikian disampaikan Ketua Tim Indonesia Bangkit, Rizal Ramli dalam Jumpa Pers di Hotel Bumi Karsa.

Dalam 5 tahun terakhir jumlah utang Indonesia meningkat sebesar 31 persen dari Rp 1.275 triliun pada Desember 2003 menjadi Rp 1.667 triliun pada bulan Januari 2009 atau naik kurang lebih sebesar Rp 392 triliun. Hal tersebut menempatkan Indonesia pada rekor utang terbesar sepanjang sejarah. Sementara itu jumlah utang per kapita Indonesia pun meningkat. Jika pada 2004 utang per kapita Indonesia sekitar Rp 5,8 jutan per kepala, maka pada Februari 2009 melonjak jadi Rp 7,7 juta per kepala.

Tim Indonesia Bangkit (TIB) juga menilai kedatangan Indonesia di G-20 bisa sia-sia jika tidak membawa kepentingan ekonomi khusus bagi Indonesia sendiri. Percuma saja jika Indonesia di G-20 tidak membawa sebuah agenda khusus yang mengutamakan perekonomian di Indonesia, semua akan sia-sia. Jika kehadiran Indonesia hanya memperkuat peran IMF dan Bank Dunia serta membuka lebar pintu perdagangan bebas maka sama saja hal itu akan merugikan Indonesia karena dampak dari perdagangan bebas tersebut akan menjatuhkan industri lokal karena pasar akan dibanjiri oleh produk impor.

Walaupun hutang Indonesia melalui Surat Hutang Negara (SUN) sudah sangat tinggi, tetapi pemerintah masih kekeh untuk mencari tambahan hutang kepada pihak ketiga. Permohonan pinjaman sudah dilakukan dan sekarang ini sudah disetujui.

Bank Dunia menyetujui dua pinjaman kebijakan pembangunan dengan nilai total 800 juta dolar AS untuk mendukung program prioritas reformasi yang dimotori Pemerintah Indonesia. Menurut Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Stefan Koeberle, hal ini merupakan bagian dari rangkaian tahunan DPL yang dimulai sejak 2004.

Upaya-upaya ini berhasil memperbaiki kondisi investasi, pengelolaan keuangan publik dan meningkatkan pembangunan infrastruktur. Ini menjadi fondasi utama untuk pembangunan yang kuat dan inklusif di Indonesia. Dari kedua pinjaman, DPL ketujuh (DPL 7) senilai 600 juta dolar AS bertujuan memperdalam upaya-upaya reformasi yang didukung oleh DPL terdahulu dalam menghilangkan ketidakpastian bagi investor yang hendak menanam investasi serta memperkuat pengelolaan anggaran dan dana di pemerintah pusat dan meningkatkan pengentasan kemiskinan dan pelayanan publik.

Selama beberapa tahun terakhir, pengeluaran konsumen dan perkembangan sektor swasta telah menggerakkan perkembangan ekonomi Indonesia. Pembangunan jangka menengah diperkirakan bersifat lebih kuat dan inklusif, berkat reformasi-reformasi ambisius yang kini berlangsung di berbagai lini. Tren-tren positif ini telah menggugah investor internasional untuk melihat potensi besar yang dimiliki Indonesia. Karena itu, penting bagi Indonesia untuk tetap melanjutkan reformasi yang bersifat struktural dan institusional.

Melalui pinjaman lainnya, yaitu Pinjaman Kebijakan Pembangunan Keempat (IDPL 4) senilai 200 juta dolar AS, Bank Dunia mendukung upaya Indonesia meningkatkan jumlah dan efisiensi pengeluaran pemerintah di sektor infrastruktur terutama dalam pengadaan listrik, jalan, air dan pelayanan sanitasi.

Rangkaian IDPL mendukung peningkatan investasi dalam bidang infrastruktur oleh sektor swasta melalui pembentukan susunan kerja sama antara publik dan swasta serta susunan tata kelola dalam akuisisi lahan, perlindungan lingkungan dan procurement publik.

Infrastruktur terus menjadi salah satu kendala dalam investasi di Indonesia. Dalam hal ini, peningkatan pembiayaan dalam sektor infrastruktur oleh pemerintah dalam dana tahun depan merupakan kemajuan positif. Ada perubahan penting lainnya yang disusun untuk menarik minat lebih banyak investasi dari kelompok swasta dalam sektor ini, yang akan dibutuhkan untuk jangka panjang.

Pada akhir 2010, IDPL 4 diharapkan dapat membantu meningkatkan pembiayaan bidang infrastruktur di tingkat nasional dan sub-nasional sebesar lebih dari 50 persen dan 35 persen berturut-turut sejak 2006, dan meningkatkan proporsi subsidi listrik yang diberikan pada konsumen dengan pendapatan rendah.

Kemudian, menyiapkan penawaran yang bersaing dan transparan untuk transaksi kerja sama antara publik-swasta serta memperbaiki pengeluaran publik dan menawarkan risiko korupsi yang kecil melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas.

Banyak pengamat melihat hal ini sebagai sebuah pencarian dana yang mengada-ada, dilihat dari devisa kita yang ada masih banyak dana menganggur, yang sebenarnya dapat digunakan oleh pemerintah pusat untuk mengembangkan infrastruktur di Indonesia.

Realisasi APBN 2009 saja masih banyak yang tidak terpenuhi seratus persen yang menumpuk menjadi silpa yang akan menjadi dana menganggur, kemungkianan pada realisasi APBN ditahun 2010 juga menunjukkan indikasi yang sama.

Peminjaman baru hanya akan membebani bunga pada masa yang akan datang, selain itu peminjaman ke Bank Dunia akan memberatkan Indonesia dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi dan motif penguasaan aset nasional oleh asing.

Kondisi Utang Indonesia pada Amerika

Kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia diharapkan bisa meningkatkan hubungan kerja sama bidang investasi dan perdagangan kedua negara. Baik Indonesia dan Amerika, keduanya menyampaikan harapannya atas kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Bagi Indonesia, menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Amerika adalah mitra dagang terbesar ketiga, begitupun dengan investasi Amerika juga menempati posisi terbesar ketiga.

Selain sebagai mitra dagang dan penanam modal besar, Amerika rupanya juga menjadi salah satu kreditor besar Indonesia. Utang luar negeri Indonesia kepada Amerika juga mencakup porsi yang cukup besar jika dibandingkan dengan sejumlah kreditor lainnya.

Data terbaru statistik utang luar negeri Indonesia yang dirilis pada Oktober lalu oleh Ditjen Pengelolaan Utang menunjukkan tingginya utang negara ini pada Amerika.

Hingga Agustus 2010, total pinjaman luar negeri Indonesia baik pemerintah dan swasta mencapai US$191 miliar. Dari jumlah pinjaman tersebut, sebanyak US$131,4 miliar (68,6 persen) dari negara-negara kreditor, US$24 miliar (13 persen) dari organisasi keuangan internasional dan US$35,4 miliar (18,4 persen).

Dari total pinjaman kepada negara kreditor sebanyak US$131,4 miliar, pinjaman terbesar berasal dari Jepang sebanyak US$39,7 miliar, kemudian disusul Singapura sebesar US$23,1 miliar. Amerika Serikat berada di posisi ketiga sebagai negara kreditor terbesar Indonesia dengan nilai pinjaman yang diberikan US$21,7 miliar.

Sedangkan, khusus pinjaman pemerintah yang totalnya mencapai US$101 miliar atau Rp909 triliun, Amerika merupakan kreditor terbesar kedua dengan total pinjaman sebesar US$17,7 miliar atau Rp159 triliun. Posisi kreditor pertama ditempati oleh Jepang dengan nilai pinjaman US$30,2 miliar atau Rp271,8 triliun.

Hutang Luar Negeri dan Masa Depan Ekonomi Indonesia

Pada dasarnya semua orang berat untuk berhutang, demikian juga dengan negara. Karena untuk melakukan hutang tidak saja melihat kemampuan untuk mengembalikan, tapi   paling tidak juga menanggung rasa malu dan korban perasaan. Namun demikian, hutang sudah menjadi hal yang lumrah dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Khusus Indonesia, jelas bahwa hutang luar negeri bertambah lagi sebesar 3,14 milliar US$ dan jika ditambah dengan hibah sebesar 500 juta US$ berarti sudah hampir mendekati keinginan pemerintah untuk mendapat 3,7 milliar US$ setelah di setujuinya perjanjian baru hutang luar negeri Indonesia baru-baru ini.

Akan tetapi persoalannya adalah penambahan hutang baru kali ini menimbulkan pro dan kontra. Analisis hutang LN berkembang tidak saja pada berapa angka yang tercapai, tetapi cenderung pada keinginan untuk lepas dari kendali hutang, yang secara tidak langsung mengisyaratkan untuk lepas dari kendali berlebihan pihak luar negeri.

Hutang Luar Negeri Indonesia

Mengenai hutang LN ini, tuntutan banyak pihak adalah segera mungkin lepas kaitan Indonesia dengan IMF. Keinginan tersebut dalam jangka pendek jelas sangat sulit terealisasikan. Sulit bagi Indonesia untuk melepaskan keterkaitan dengan IMF dan kawan-kawannya begitu saja. Meskipun disadari bahwa hutang LN kian tidak masuk akal bagi Indonesia. Namun demikian haruslah juga di pertimbangkan bahwa perekonomian Indonesia haruslah berputar. Perputaran ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kepercayaan luar negeri yang dalam hal ini diindikasikan dengan kepercayaan IMF terhadap Indonesia.

Semakin IMF tidak percaya dengan Indonesia, berakibat seretnya investasi asing masuk. Kondisi ini  yang paling relevan dengan keadaan sekarang. Disamping itu dengan masih menjalin hubungan dengan IMF berarti ada kemungkinan untuk mendapat kelonggaran penjadwalan utang kembali. Meskipun ada juga konsekuensi lain jika terjadi putus hubungan dengan IMF adalah kita hidup kembali ke tahun 70-an atau 80-an, seperti pengalaman Mexico. Pertanyaannya

Masa Depan Ekonomi Indonesia

Ekonomi Indonesia harus tetap jalan, meskipun masa depan ekonomi Indonesia sangat sulit diprediksi dan masih mengkhawatirkan. Melihat kondisi diatas maka mau tidak mau, rujukan yang harus segera di mulai adalah memperkuat APBN. Tidak bisa tidak, jika kita ingin keluar dari kemelut hutang LN syarat utamanya adalah kemandirian dalam anggaran belanja negara dan konsistensi kebijakan pemerintah. Saat sekarang memang sangat sulit terpenuhi, tapi minimal kebijakan kearah sana harus sudah di mulai. Untuk menyatakan putus hubungan dengan IMF dan Bank Dunia, Indonesia harus mampu menyediakan devisa negara yang cukup besar untuk menutup anggaran belanja negaranya.

Dan jelasnya sangat berat, karena kebijakan akan mengarah pada penggalian potensi keuangan dalam negeri disamping merampingkan anggaran atau penghematan besar-besaran. Peningkatan pajak dan dan obligasi pemerintah bisa jadi akan menjadi tumpuan. Hanya dengan cara inilah minimal ketergantungan kita terhadap IMF sedikit dapat berkurang. Namun demikian kebijakan mengali potensi dalam negeri ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Perangkat pajak yang belum berjalan efektif menjadi kendala tersendiri. Administrasi perpajakan yang belum tertata rapi menimbulkan kesimpangsiuran begitu rupa. Dana-dana yang masuk ke kas negera tidak jelas juntrungannya, disamping tidak ada mekanisme kontrol yang efektif. Kesadaran masyarakat membayar pajak masih rendah, meskipun demikian ini bukan kesalahan rakyat semata. Banyak departemen yang masih memiliki Debt Account atau lebih populer dengan dana non budgeter.

Menggali dana dalam negeri lewat instrument obligasi pemerintah juga satu alternatif, namun sayangnya sampai sekarang juga belum mampu berjalan efektif. Bahkan jika obligasi pemerintah tidak dikelola dengan baik akan menjadi boom waktu dimana bencana fiskal akan terjadi di masa datang. Apalagi dalam kaitannya dengan hutang LN. Jatuh tempo obligasi pemerintah bisa menjadi malapetaka ke dua. Pertama, meskipun re-financing dimungkinkan akan tetap memicu terjadinya lonjakan tingkat bunga pasar. Kedua, kemungkinan terjadinya crowding out effect di sektor swasta dipasar finansial. Ketiga, dimungkinan terjadi tekanan pada APBN, sebagai akibat dari jatuh tempo pembayaran pokok hutang. Ini yang harus juga di waspadai.

Selain itu mengerakkan roda sektor riil dalam negeri sudah harus digalakkan kembali. Untuk itu sektor riil sangat membutuhkan propaganda dan konsistensi dari pemerintah mengenai rincian kebijakan ekonomi nasional. Pelaku usaha memerlukan panduan dalam menjalankan usahanya.

Tanpa kejelasan dari pemerintah, dikhawatirkan pelaku usaha mendapat kesan pemerintah mengesampingkan pelaku usaha nasional dan cenderung memperhatikan investor asing. Satu pekerjaan besar bagi pemerintahn untuk memutar sektor riil.  Akhirnya semua harus dimulai dari kesadaran betapa rentan dan berbahaya kondisi ekonomi Indonesia dimasa datang. Beban ini tidak saja ditanggung pemerintah tapi juga harus menjadi kesadaran nasional untuk tidak terjerumus kembali ke krisis ekonomi untuk kedua kalinya.

Bentuk-bentuk Investasi Jangka Panjang

Ada banyak pilihan bagi perusahaan untuk menetapkan bentuk investasi jangka panjangnya. Ada perusahaan yang memilih investasi pada tanah atau bangunan yang disebut dengan investasi properti. Ada juga yang memilih investasi dalam bentuk tabungan atau deposito, atau pilihan investasi yang lain yaitu pembelian saham atau obligasi.

Pada dasarnya semua pilihan investasi mengandung peluang keuntungan di satu sisi dan potensi kerugian atau resiko di sisi lain. Seperti tabungan atau deposito di bank, pada umumnya dapat mendatangkan pendapatan bunga tetap dengan resiko kecil, tetapi sewaktu-waktu mungkin terjadi likuidasi bank yang dapat mengakibatkan hilangnya investasi. Sedang untuk investasi di properti (rumah dan bangunan) menjanjikan keuntungan yang relatif tinggi tetapi juga beresiko tergusur atau terjadi kebakaran.

Investasi jangka panjang dapat dilakukan perusahaan dalam bentuk obligasi atau saham. Apabila diperbandingkan, kedua bentuk investasi tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Investasi jangka panjang dalam obligasi memberikan jaminan yang pasti atas penerimaan bunga selama kurun waktu tertentu. Bila tingkat bunga di pasaran menurun, tingkat bunga obligasi tidak berubah karena tingkat bunganya sudah ditetapkan dalam perjanjian awal.

Di lain pihak, investasi jangka panjang dalam saham akan memberikan penghasilan yang lebih tinggi daripada tingkat bunga obligasi, apabila perusahaan mendapat keuntungan yang tinggi dan sebaliknya. Selain itu, investasi dalam saham juga memberikan hak suara sebagai pemilik yang berarti turut menentukan kebijakan perusahaan.

Manfaat Investasi Jangka Panjang

  1. Maksimalkan kekayaan

Kekayaan dapat dikumpulkan ditentukan oleh tiga faktor, yaitu :

–       Jumlah uang yang simpan dan berinvestasi.

–       Pengembalian yang diperoleh dari investasi.

–       Berapa lama senyawa uang menghasilkan pendapatan dari laba sebelumnya.

  1. Mencegah kesalahan mahal

Kehilangan mata jangka panjang dan berpikir dapat waktu pasar dengan keluar di puncak dan masuk kembali ke pasar pada palung dalam jangka pendek adalah kesalahan besar. Waktu shift pasar benar hampir mustahil, meskipun melakukan penyesuaian sederhana untuk alokasi strategis berdasarkan analisa pasar saat ini dapat menambah nilai.

Bukan investasi bila memiliki dana investable bisa bentuk lain dari market timing. Dengan tetap keluar dari pasar, investor adalah dengan asumsi mereka dapat memprediksi hasil pasar jangka pendek. Hal ini biasanya didasarkan pada masa lalu, yang bisa sangat menyesatkan.

  1. Turunkan risiko

Memiliki pola pikir jangka panjang dan memperpanjang waktu memegang investasi sering dapat mengurangi kemungkinan mengalami kembali negatif.

Pengertian Investasi

Investasi adalah semua tentang mendapatkan hasil maksimal dari modal yang diinvestasikan oleh meminjamkan kepada orang lain. Investasi ini mengambil berbagai bentuk seperti obligasi, saham, reksadana, real estat dan sebagainya. Sementara investasi, sangat penting untuk mengetahui pilihan investasi dan durasi, karena langsung dapat mempengaruhi hasil dan pertumbuhan modal.

Dua strategi investasi penting sering berbicara tentang seperti investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek, dan dengan membandingkan keuntungan dan kerugian dari investasi tersebut, orang bisa memutuskan mana investasi yang paling sesuai dengan kebutuhan keuangannya.

Investasi yang dimiliki untuk kurang dari satu tahun disebut sebagai investasi jangka pendek, dan mereka ditunjuk untuk jangka waktu yang singkat berharap untuk hasil yang signifikan. Di sisi lain, investasi jangka panjang adalah investasi yang diadakan untuk durasi yang lebih lama, lebih dari setahun. Mereka adalah ditujukan untuk meningkatkan lambat tapi stabil di hasil selama jangka waktu tertentu selama setahun.

Keuntungan dari investasi jangka pendek adalah istilah lama sangat kurang dari beberapa minggu untuk beberapa bulan, dengan potensi pertumbuhan yang cepat. Selain itu, uang yang tidak keluar dari kepemilikan untuk durasi yang lebih lama, dan dengan mengamati pasar berfluktuasi, investor dapat mengendalikan uangnya mudah tanpa menimbulkan kerugian besar.

Kerugian dari investasi jangka pendek adalah bahwa hal itu sangat berisiko, karena pasar berfluktuasi dengan cepat. Investor mungkin muncul dalam kehilangan uang terutama dalam kasus Obligasi dan Saham, yang harus dijual di puncak tertinggi sebelum mereka mulai drop.

Keuntungan dari investasi jangka panjang adalah bahwa hal itu menghasilkan pertumbuhan yang signifikan, dengan kecepatan lebih lambat dan menurunkan risiko banyak dibandingkan dengan strategi investasi jangka pendek. Mereka memberikan stabilitas yang lebih besar untuk dana pensiun atau dana tabungan selama jangka waktu tertentu, yang jatuh tempo hanya ketika mereka dibutuhkan selama setahun.

Kerugian dari investasi jangka panjang adalah bahwa hal itu menghasilkan perlahan-lahan, dan waktu bertahun-tahun untuk dewasa. Bagi para investor yang ingin mendapatkan hasil tinggi dalam waktu singkat atau ingin memanfaatkan uang itu dalam waktu satu tahun; investasi jangka panjang ini tidak dianjurkan. Sejak pasar berfluktuasi setiap sekarang dan kemudian, investasi jangka panjang bisa dip down berat selama periode waktu sebelum benar-benar bisa menunjukkan peningkatan signifikan dalam investasi tersebut. Selain itu, uang itu diinvestasikan untuk durasi yang lebih lama dan banyak kali ada hukuman jika ditarik sebelum jatuh tempo.

Definisi Utang

Tugas atau kewajiban untuk membayar uang, menyerahkan barang, atau memberikan pelayanan di bawah perjanjian yang tersurat maupun tersirat. Orang yang berutang, merupakan debitur atau debitur, satu untuk siapa itu berutang, adalah debtee, kreditur, atau pemberi pinjaman. Penggunaan hutang dalam struktur keuangan perusahaan menciptakan leverage keuangan yang dapat berkembang biak menghasilkan pengembalian investasi yang dihasilkan oleh hutang melebihi biaya. Karena bunga yang dibayar atas hutang dapat dihapuskan sebagai beban, hutang biasanya jenis termurah pendanaan jangka panjang.

Orang-orang atau organisasi sering membuat perjanjian untuk meminjam sesuatu. Kedua belah pihak harus setuju pada beberapa standar pembayaran yang ditangguhkan, sebagian besar biasanya sejumlah uang dalam mata uang sebagai unit mata uang, tetapi kadang-kadang baik seperti. Misalnya, orang dapat meminjam saham, dalam hal ini, seseorang dapat membayar untuk mereka kemudian dengan saham, ditambah premi untuk hak istimewa pinjaman, atau jumlah uang yang dibutuhkan untuk membelinya di pasar pada saat itu.

Ada berbagai jenis kewajiban utang. Mereka termasuk pinjaman, obligasi, hipotek, catatan promisary, dan surat hutang. Hal ini sangat umum untuk meminjam uang dalam jumlah besar untuk pembelian besar, seperti hipotek, dan membayar kembali dengan tingkat bunga premi yang disepakati dari waktu ke waktu, atau sekaligus di kemudian hari. Jumlah uang yang beredar biasanya disebut utang. hutang akan meningkat dari waktu ke waktu jika tidak dibayar lebih cepat daripada tumbuh. Dalam beberapa sistem ekonomi efek ini disebut riba, di lain, “riba” mengacu hanya untuk tingkat bunga yang berlebihan, yang melebihi keuntungan yang wajar atas risiko yang diterima.

Organisasi yang besar bisa istirahat utang mereka ke dalam unit-unit kecil banyak hutang, yang dikenal sebagai obligasi. Setiap obligasi memberikan hak untuk cicilan yang tersisa di unit utang.Obligasi dapat diperdagangkan selama periode pembayaran, dan kepemilikan utang dipandang sebagai bentuk investasi. Karena Obligasi tersebut diperdagangkan di pasar obligasi, mereka memiliki harga berfluktuasi. Ini berarti bahwa utang keseluruhan diwakili oleh jumlah semua jenis tertentu obligasi juga memiliki harga yang berfluktuasi.

Definisi Hutang – Inflasi Dan Nilai Tukar

Sebagaimana dicatat di atas, hutang biasanya dalam mata uang moneter tertentu, dan perubahan dalam penilaian mata uang yang dapat mengubah ukuran efektif utang. Hal ini dapat terjadi karena inflasi atau deflasi, sehingga dapat terjadi meskipun peminjam dan pemberi pinjaman menggunakan mata uang yang sama. Oleh karena itu penting untuk menyetujui standar pembayaran yang ditangguhkan di muka, sehingga tingkat fluktuasi juga akan disepakati sebagai diterima. Hal ini misalnya umum untuk menyetujui mata uang US dollar utang.

Bentuk hutang yang terlibat dalam perbankan menimbulkan sebagian besar uang di negara-negara industri yang paling (melihat uang uang dan kredit untuk diskusi tentang ini). Oleh karena itu ada hubungan yang rumit antara inflasi, deflasi, jumlah uang beredar, dan utang. Toko nilai diwakili oleh perekonomian seluruh negara industri itu sendiri, dan kemampuan negara untuk memungut pajak di atasnya, bertindak untuk pemegang asing utang sebagai jaminan pembayaran kembali, karena barang-barang industri dalam permintaan tinggi di banyak tempat di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Berita Gunadarma

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: