Lovelycimutz's Blog

Tugas Minggu 1

Posted on: Oktober 7, 2012

Pengertian etika menurut para tokoh :

Menurut Rosita Noer, etika adalah ajaran (normatif) dan pengetahuan (positif) tentang yang baik dan yang buruk, menjadi tuntutan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Menurut Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat, etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

Menurut Drs. H. Burhanudin Salam, etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai norma dan moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.

Menurut Drs. O.P. Simorangkir, etika sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Menurut pendapat saya etika adalah sikap atau kebiasaan yang terdapat dalam setiap diri pribadi manusia yang sangat mempengaruhi perilaku baik atau buruknya setiap manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap pribadi yang memiliki etika yang baik tentu akan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dibandingkan seseorang yang beretika buruk atau tidak baik. Contoh yang bisa dengan mudah dilihat adalah sikap sopan santun dengan cara berbicara yang sopan terhadap orang lain.

Perbedaan egoisme dan hedonisme :

Menurut pendapat saya egoisme adalah sikap kelakuan yang mementingkan diri sendiri demi kepentingan keuntungan pribadinya. Namun tidak semua sikap egois itu bermakna negatif, ada juga sikap egois yang bermakna positif, seperti seseorang yang tidak suka melihat hal-hal yang tidak baik dan seseorang yang suka mengatur demi kebaikan. Ada juga sikap egois yang bermakna negatif, misalnya memuaskan diri sendiri dengan merugikan orang lain, seseorang yang selalu merasa dirinya benar dan hebat, seseorang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Di mana sifat egois yang positif akan memberikan dampak keselamatan, kesuksesan, kasih sayang, kepedulian terhadap orang lain dan kepekaan dengan lingkungan. Sementara sifat egois yang negatif akan memberikan dampak musibah, bencana, permusuhan, pertengkaran, kriminalitas, dan pasti akan ditinggalkan oleh orang-orang terdekat serta lingkungan.

Berdasarkan pengalaman hidup menurut saya sikap egois atau egoisme timbul disebabkan karena faktor seseorang yang dimanja sejak kecil sehingga tidak pernah disalahkan dan merasa dirinya selalu benar, kedua adalah faktor ekonomi di mana seseorang akan berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari orang lain demi mempertahankan kelangsungan hidupnya. Contoh egoisme : seseorang yang parkir tidak pada tempatnya atau sembarangan sehingga merugikan pengguna jalan yang lain dan seseorang yang tetap merokok di ruang publik di mana banyak terdapat anak-anak kecil dan orang lainnya padahal asap rokok dapat membahayakan sistem pernafasan. Menurut saya walaupun tidak dipungkiri setiap manusia pasti memiliki sikap egoisme namun semestinya sikap egois bermakna negatif tidak ditanamkan terlalu dalam pada pribadi manusia karena akan merugikan orang lain yang berada disekitarnya.

Menurut pendapat saya hedonisme adalah suatu pandangan hidup yang mengutamakan kesenangan dan kenikmatan materi duniawi semata. Orang yang menganut paham hedonisme beranggapan bahwa tujuan hidup yang hanya sekali ini hanya untuk bersenang-senang, berpesta pora dan menghambur-hamburkan uang.

Hedonisme mudah dilihat pada kehidupan masyarakat kota atau modern, seperti orang-orang yang suka membeli barang-barang bermerk dan harga selangit demi gaya hidup dan kepuasan semata. Menurut saya hedonisme pun menjadi sangat lekat dengan gaya hidup konsumtif, yang suka menghambur-hamburkan uang demi kenikmatan yang tidak lama. Membeli tas atau pakaian yang berharga 4-5 juta pun dapat terealisasi dengan mudah tanpa memikirkan untuk jangka panjang. Pribadi yang menganut paham hednoisme seperti berlomba-lomba untuk menjadi nomer satu dalam segala hal yang berbau kenikmatan semata, jika tidak maka akan dianggap tidak style atau tidak gaya. Padahal jika sedikit saja uang mereka yang digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, disumbangkan bagi orang-orang yang membutuhkan tentu akan lebih berguna dan bermanfaat. Selain bisa membantu orang lain, kita juga akan mendapat pahala di akhirat nanti. Hedonisme menyebar ke semua kalangan masyarakat baik yang tua maupun yang muda. Pada kaum tua hal ini dapat terlihat dari kecenderungan mereka menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak berguna. Hal ini akan berakibat fatal bagi mentalitas setiap individu. Mungkin bagi orang yang memiliki banyak uang atau mapan dalam finansial, gaya hidup hedonisme mudah dilakukan. Tapi bagaimana dengan orang yang hanya pas-pasan dalam finansial? Gaya hidup hedonisme sebenarnya bisa perlahan-lahan dihapus dengan berubah ke cara hidup sederhana.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Berita Gunadarma

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: